// <![CDATA[DESAIN JEMBATAN KOMPOSIT LENGKUNG STUDI KASUS JEMBATAN CIWULAN, TASIKMALAYA]]> GINA NOVIAN LESTARI / 22.2007.041 Dosen Pembimbing 1 Dr. Tech. Aswandy., Ir., M.T.
Dalam master plan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tasikmalaya, salah satu jembatan jalan raya disana merupakan jembatan komposit berbentuk lengkung dengan jari-jari kelengkungan 100 meter dan panjang bentang 30 m. Didalam RSNI T-03-2005, diberikan peraturan mengenai pembuatan jembatan komposit dengan gelagar lurus, sedangkan peraturan mengenai gelagar lengkung tidak diberikan peraturan yang cukup jelas. Oleh karena itu, mempelajari perilaku gelagar lengkung, desain jembatan komposit berdasarkan RSNI T-03-2005, dan pengaruh kelengkungan terhadap jembatan menjadi tujuan tugas akhir ini. Desain jembatan komposit lengkung dalam tugas akhir ini terdiri atas analisa manual dan analisa dengan bantuan software SAP 2000 versi 14. Analisa manual diawali oleh perhitungan pembebanan jembatan jalan raya, dilanjutkan dengan perhitungan momen, geser, dan lendutan maksimum yang terjadi, setelah itu perhitungan momen maksimum yang dapat dipikul oleh penampang rencana yang kemudian dibandingkan dengan momen maksimum yang terjadi, selanjutnya perhitungan penghubung geser yang dibutuhkan berdasarkan geser maksimum yang terjadi, tahapan yang terakhir adalah perhitungan lendutan ijin maksimum yang kemudian dibandingkan dengan lendutan maksimum yang terjadi. Pada perhitungan pembebanan analisa manual pertama-tama jembatan merupakan jembatan lurus, kemudian dengan ditambahkannya gaya sentrifugal maka jembatan tersebut dianggap menjadi jembatan lengkung. Untuk analisa dengan bantuan software SAP 2000 versi 14, tahapan yang dilakukan hampir sama dengan analisa manual, hanya saja untuk mendapatkan momen, geser, dan lendutan yang terjadi menggunakan bantuan software tersebut. Pada analisa SAP 2000 versi 14 perbedaan output jembatan lurus dan jembatan lengkung ditentukan dengan geometrik jembatan. Hasil dari analisa manual kemudian dibandingkan dengan hasil analisa dari software SAP 2000 versi 14. Hasil yang didapat berdasarkan analisa manual dan analisa dengan bantuan software SAP 2000 versi 14 memiliki perbedaan, hasil hitungan manual lebih konservatif dibandingkan dengan software, dengan persentase perbandingan terhadap perhitungan manual untuk jembatan lurus 28,4388%-54,8525%, dan untuk jembatan lengkung 25,4266%-50,5577%. Dari hasil kedua analisa tersebut didapatkan desain akhir yaitu gelagar baja berpenampang I, dengan dimensi sebagai berikut: lebar sayap atas 350 mm, tebal sayap atas 32 mm, tinggi badan bersih 1536 mm, tebal badan 12 mm, lebar sayap bawah 700 mm, dan tebal sayap bawah 32 mm. Desain penghubung geser 8 buah per meter panjang dengan tinggi 100 mm, diameter 24 mm, dan jarak antar penghubung geser 250 mm. Kata kunci: Jembatan jalan raya, komposit, lengkung, gelagar baja, penghubung geser, SNI T-03-2005