// <![CDATA[EVALUASI TARIF ANGKUTAN KOTA DI KOTA BANDUNG]]> GUNAWAN DWI WICAKSONO / 22.2006.049 Dosen Pembimbing 1 ELKHASNET, MT.
Angkutan kota di Kota Bandung terdiri dari 38 trayek dengan jumlah kendaraan yang beroperasi sebesar 5.436 unit. Dalam beberapa tahun terakhir jumlah penumpang angkutan kota mengalami penurunan yang cukup signifikan, dikarenakan banyak penumpang angkutan kota yang beralih menggunakan kendaraan pribadi (sepeda motor). Operator angkutan kota menginginkan adanya kenaikan tarif untuk mengatasi penurunan jumlah penumpang agar setoran dapat dipenuhi, tetapi masyarakat yang menggunakan angkutan kota menilai kenaikan tarif tersebut tidak layak karena operator tidak memperhatikan kenyamanan penumpang. Pada penelitian ini akan dihitung tarif angkutan kota menggunakan metode Biaya Operasi Kendaraan. Metode ini menggunakan perhitungan tarif berdasarkan Biaya Tetap dan Biaya Tidak Tetap. Data-data untuk perhitungan didapat dari instansi terkait seperti DLLAJ dan Organda. Dari hasil perhitungan didapat tarif angkutan kota yang berlaku sekarang ternyata mendekati dengan tarif berdasarkan SK Walikota. BOK total per tahun sebesar Rp 132.842.000 dan BOK total per hari sebesar Rp 442.807. Komponen dari BOK yang menentukan besarnya tarif yaitu Biaya Kepemilikan Aset, Biaya BBM dan Upah Supir dengan persentase 74.27% dari total keseluruhan BOK. Untuk menekan tarif angkot, Pemerintah Daerah Kota Bandung dapat memberikan subsidi Biaya Kepemilikan Aset dengan bunga rendah. Kata kunci : Angkutan Kota, Biaya Operasi Kendaraan, Tarif