// <![CDATA[STUDI PERILAKU DIAFRAGMA JEMBATAN KOMPOSIT LENGKUNG]]> Fauzan Hamdany / 22-2007-061 Dosen Pembimbing 1 Dr. Tech. Aswandy., Ir., M.T.
Jembatan merupakan salah satu prasarana transportasi terpenting sebagai penghubung antara satu lokasi dengan lokasi lain yang terputus oleh rintangan seperti lembah dan sungai. Dalam peraturan perencanaan jembatan, belum banyak diatur mengenai peraturan perencanaan jembatan dengan gelagar yang melengkung secara horizontal, terutama yang berkaitan dengan perencanaan diafragma. Pada Bridge Management System-Indonesia diatur bahwa dalam perencanaan diafragma jembatan gelagar lurus, gaya aksial yang bekerja ada diafragma diambil sebesar 2,5% dari gaya lintang maksimum gelagar, sedangkan untuk gelagar yang lengkung secara horizontal, hal ini belum secara eksplisit diatur dalam suatu peraturan. Penelitian ini dilakukan dengan memodelkan 2, 3, 4, 5 dan 6 gelagar lengkap beserta diafragmanya, baik untuk gelagar lurus maupun untuk gelagar lengkung dengan menggunakan software analisis SAP2000. Dalam pemodelan gelagar, digunakan elemen shell, dan membagi gelagar menjadi pias-pias kecil yang berbentuk persegi (Quadrilateral), sedangkan pada pemodelan diafragma digunakan elemen frame. Pada tahap awal berupa pangujian jembatan dengan 2 gelagar, dibandingkan gaya aksial yang bekerja pada diafragma untuk penggunaan diafragma dengan konfigurasi K, V dan X, lalu dilakukan pemilihan berdasarkan hasil yang didapatkan untuk selanjutnya diterapkan untuk uji 3, 4, 5 dan 6 gelagar. Dari hasil model uji didapat bahwa deformasi vertikal (Uz) yang terjadi pada gelagar lengkung 4 kali lebih besar dibandingkan dengan deformasi yang terjadi pada gelagar lurus dan adanya perbedaan prilaku deformasi antara gelagar lurus dan gelagar lengkung. Terkait dengan hal itu, maka terjadi perbedaan gaya aksial yang bekerja pada elemen diafragma, dimana gaya aksial (P) yang bekerja pada elemen diafragma gelagar lengkung 164 kali lebih besar dibandingkan dengan elemen diafragma yang bekerja pada gelagar lurus. Kata kunci : jembatan komposit, balok lengkung horizontal, diafragma.