// <![CDATA[EVALUASI PENERAPAN KEBIJAKAN JALAN SATU ARAH (STUDI KASUS RUAS JALAN GUDANG, JALAN R.E. MARTADINATA, JALAN SILIWANGI, DAN JALAN A. YANI KOTA SUKABUMI)]]> Iqbal Maulani (22-2007-070) Dosen Pembimbing 1 ELKHASNET, MT.
Penerapan jalan satu arah yang diberlakukan di berbagai kota di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jalan sehingga dapat memperbaiki kinerja jalan menjadi lebih baik, hal ini yang dicoba diterapkan di Kota Sukabumi sepanjang ruas Jalan Gudang, Jalan R.E. Martadinata, Jalan Siliwangi, dan Jend. A. Yani. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui layak atau tidaknya penerapan jalan satu arah dengan cara membandingkan waktu tempuh kendaraan pada ruas jalan satu arah dengan jalan pada saat dua arah. Metodologi penelitian yang dipakai meliputi, pengumpulan data sekunder berupa data geometrik jalan dan pengambilan data lapangan untuk mendapatkan volume lalulintas dan hambatan samping. Pengumpulan data di lapangan dilakukan 6 hari dengan 3 periode waktu yang berbeda yaitu pagi, siang, dan sore. Kapasitas ruas jalan yang diamati mengalami peningkatan setelah diberlakukan jalan satu arah. Berdasarkan MKJI (1997), sebagai contoh kapasitas jalan gudang dengan lebar efektif 9.5m, total 2 lajur 2 arah sebesar 3022,34 smp/jam setelah diberlakukan jalan 2 lajur 1 arah menjadi 3457,08 smp/jam. Waktu tempuh kendaraan setiap ruas jalan cenderung menurun, contoh jalan Gudang di sore hari, dengan panjang ruas jalan 0,23 km, waktu tempuh kendaraan dijalan 2 arah sebesar 23,13 detik turun menjadi 17,25 detik. Berdasarkan hasil analisis data ini dapat disimpulkan penerapan jalan satu arah yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Sukabumi dapat memperbaiki kinerja jalan. Kata kunci: Jalan satu arah, lalulintas, kinerja jalan.