// <![CDATA[STUDI PARAMETER PENAMPANG PROFIL BAJA RINGAN]]> Rizky Noegraha / 22-2007-080 Dosen Pembimbing 1 Dr. Tech. Aswandy., Ir., M.T.
Profil baja ringan mempunyai rasio lebar terhadap tebal yang besar sehingga mempunyai permasalahan dalam hal stabilitas. Salah satu bentuk yang banyak beredar saat ini adalah tipe lipped channel. Lipped channel pada baja ringan biasanya digunakan untuk konstruksi rangka atap sebagai alternatif pengganti kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beban kritis (Pcr) suatu penampang. Studi ini dilakukan secara numerik dengan menggunakan metode elemen hingga atau program SAP 2000 versi 14 yang telah dilengkapi dengan fasilitas analisis tekuk. Tipe penampang terdiri dari penampang tanpa lekukan dan penampang dengan lekukan. Penampang tanpa lekukan merupakan penampang polos (tipe 0), sedangkan penampang dengan lekukan merupakan penampang yang diberi pengaku pada bagian tengah penampangnya (variasi rasio lekukan b/h), pemberian pengaku tengah pada bagian penampang meliputi, bagian sayap (tipe I), bagian badan (tipe II), dan bagian sayap dan badan (tipe III). Namun, untuk mendapatkan pemodelan yang tepat dilakukan studi model terlebih dahulu. Keempat tipe penampang tersebut dimodelkan dengan element shell. Jumlah elemen pada model disesuaikan dengan tipe penampang yang akan dibuat. Panjang elemen yang dipelajari pada penelitian ini yaitu 0,5 meter ; 1,5 meter; 2 meter ; dan 3 meter. Dari studi didapatkan pengaruh pemberian variasi rasio lekukan optimal terletak pada rasio 8/4 (dimensi lekukan b = 8 ; h = 4) yaitu pada tipe III dengan ketinggian 0,5 meter, dengan peningkatan persentase terhadap tipe 0 sebesar 17,12 %. Hasil tersebut diperoleh dengan membandingkan parameter Pcr pada SAP 2000. Selain itu, bentuk deformasi kontur tipe III dengan ketinggian 0,5 meter memperlihatkan penampang mengalami dominan tekuk lokal yang tersebar di bagian sayap dan badan. Kata kunci: baja ringan, beban kritis (Pcr), tekuk, metode elemen hingga