KAJIAN AWAL PENGGUNAAN POLISTIRENA SEBAGAI SERAT PADA BETON BERSERAT
Beton memiliki kelemahan yaitu kuat tarik yang rendah sehingga dilakukan berbagai usaha untuk memperbaiki kelemahan dalam mengatasi tegangan tarik. Pada penelitian ini campuran beton diberi tambahan serat polistirena. Serat polistirena dipilih karena mudah didapat dan harga yang relatif murah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat polistirena terhadap kuat tekan dan kuat tarik lentur beton. Metode yang digunakan dalam menghitung komposisi campuran beton adalah metode Dreux. Kuat tekan rencana beton adalah 30Mpa. Serat polistirena yang digunakan dengan panjang serat 1cm ~1,5cm, dan kadar sebesar 0,5% dan 1,5% dari berat semen. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian kuat tekan dan kuat tarik lentur, pada umur 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serat polistirena menimbulkan
terjadinya balling effect, sehingga kuat tekan beton lebih rendah dibandingkan dengan kuat tekan beton tanpa serat. Namun demikian, kuat tarik lentur beton dengan serat polistirena masih lebih tinggi dibandingkan beton tanpa serat. Kata kunci: serat polistirena, kuat tekan dan kuat tarik lentur beton.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2012).KAJIAN AWAL PENGGUNAAN POLISTIRENA SEBAGAI SERAT PADA BETON BERSERAT ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.KAJIAN AWAL PENGGUNAAN POLISTIRENA SEBAGAI SERAT PADA BETON BERSERAT ().Teknik Sipil:FTSP,2012.Text
MLA Style
.KAJIAN AWAL PENGGUNAAN POLISTIRENA SEBAGAI SERAT PADA BETON BERSERAT ().Teknik Sipil:FTSP,2012.Text
Turabian Style
.KAJIAN AWAL PENGGUNAAN POLISTIRENA SEBAGAI SERAT PADA BETON BERSERAT ().Teknik Sipil:FTSP,2012.Text