// <![CDATA[STUDI BIAYA MINIMUM KONTRAKTOR PADA PELAKSANAAN PROYEK KONTRUKSI]]> KATARINA RINI RATNAYANTI, MT. Teddy Suryandi / 222007075 Dosen Pembimbing 1
Pada perencanaan dan pelaksanaan suatu proyek konstruksi, pengelolaan sebuah proyek secara khusus terdiri dari: (1) Mengidentifikasi, memenuhi berbagai kebutuhan dan kepentingan proyek, (2) Memenuhi harapan dari pemilik proyek yang direncanakan dan dilaksanakan. (3) Menyeimbangkan kendala proyek yang terjadi, proyek memiliki kendala yang dibatasi oleh: teknik, kualitas, waktu, biaya, sumber daya dan resiko. Setelah proyek konstruksi dimenangkan oleh kontraktor, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh kontraktor adalah mengupayakan pengawasan dan pengendalian anggaran biaya yang telah ditetapkan dalam kontrak kontruksi sesuai dengan perencanaan sebelumnya. Dalam pengendalian biaya hal penting yang harus diperhitungkan kontraktor adalah memperhitungkan kendala yang mungkin terjadi pada tahap pelaksanaan proyek, misal biaya yang harus dikeluarkan sebagai dana talangan untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan proyek agar proyek tetap berada dalam rencana target waktu yang telah disepakati. Dalam kenyataannya belum tentu dana anggaran yang diberikan oleh pemilik pada saat jatuh tempo dapat mencukupi anggaran pelaksanaan proyek pada periode berjalan. Oleh karena itu perlu untuk diketahui seberapa besar saldo kas minimum proyek yang bernilai – (negatif). Penelitian ini dibatasi hanya melingkupi biaya langsung berupa biaya material, upah, dan alat. Laporan ini dapat dikelompokan sebagai penelitian kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer dan sekunder. Dalam penelitian ini penggalian data primer didapat dari wawancara langsung dengan responden. Data sekunder yang digunakan adalah: Kurva – S rencana, Bar Chart, Time Schedule, Daftar Harga Satuan Material dan Upah 2009. Analisis data dimulai dengan membaca atau mempelajari dan menelaah semua data yang tersedia dari berbagai sumber seperti wawancara peneliti, lalu penafsiran atas data. Analisis dilakukan dengan cara : (1) Menganalisis pekerjaan dengan cara menjabarkan setiap pekerjaannya sehingga didapat rincian-rincian harga dari setiap pekerjaan. (2) Menganalisis perkembangan kenaikan atau penurunan kas disetiap periode waktu pengeluaran dan pemasukan berupa pembayaran ditiap termin. Berdasarkan hasil analisis perhitungan modal kerja minimum didapatkan hasil bahwa saldo kas bernilai – (negatif) sehingga kekurangan biaya tersebut menjadi modal kerja minimum yang diperlukan oleh Kontraktor X untuk melaksanakan pekerjaan yaitu sebesar Rp.1.370.000.000 Jumlah modal kerja tersebut merupakan jumlah komulatif yang harus ditambahkan Kontraktor X sebagai modal minggu ke-9. Kata kunci : modal minimum, modal kerja