PENERAPAN KONSEP GREEN CONRETE DENGAN HIGH VOLUME FLY ASH (HVFA)
Karena kebutuhan beton yang meningkat, industri penghasil semen tumbuh berkembang. Untuk membuat semen dilakukan proses pembakaran yang menghasilkan karbon dioksida (CO2) yang dapat merusak lingkungan. Selain itu
pencemaran yang paling berbahaya dan memberikan dampak yang cukup besar adalah yang dihasilkan dari pembakaran batu bara yang menghasilkan limbah padat berbentuk fly ash dan bottom ash. Hal ini yang menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan. Untuk itu dilakukan penelitian dalam pengurangan pemakaian jumlah semen dengan mensubstitusi menggunakan material lain seperti fly ash. Sekarang ini telah dikembangkan beton dengan kadar fly ash yang cukup besar (lebih dari 50%) yang dikenal dengan nama high volume fly ash
(HVFA). Beton high volume fly ash (HVFA) memiliki kelebihan yaitu ramah lingkungan, ekonomis, memperlambat setting time, meningkatkan workability, durability dan diharapkan meningkatkan kekuatan dari beton.
Pembuatan komposisi campuran beton dimaksudkan untuk mencari komposisi setiap material penyusun beton sesuai dengan kekuatan beton yang telah ditentukan. Dalam menentukan komposisi digunakan metoda trial dengan
acuan awal berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 03-2834-2000). Setelah mendapatkan komposisi campuran beton normal, maka dilakukan pengsubstitusian semen dengan fly ash dan kombinasi-kombinasi seperti,
perubahan nilai faktor air semen (FAS) dan penambahan superplasticizer. Hal ini agar dapat mengetahui perkembangan kuat tekan beton high volume fly ash (HVFA). Dalam pensubstitusian fly ash mengalami penurunan kuat tekan yang disebabkan oleh kurangnya bahan pengikat, sehingga ikatan butiran kurang baik. Begitu pula dengan menurunkan nilai faktor air semen (FAS) kuat tekan beton menjadi besar tetapi dalam hal pengerjaan menjadi lebih sulit. Sementara dengan meningkatkan nilai faktor air semen (FAS) dalam hal pengerjaan lebih mudah tetapi kuat tekan menjadi menurun cukup signifikan. Dengan berkurangnya superplasticizer maka beton mengalami penurunan kuat tekan di karenakan beton segar kering sehingga menyebabkan banyak rongga dalam beton. Berbeda dengan penambahan superplasticizer, dalam hal ini memang beton relatif lebih mudah
dikerjakan saat pembuatannya akan tetapi masalah yang terjadi ialah terjadinya segregation dan bleeding. Pertumbuhan kuat tekan beton high volume fly ash (HVFA), hampir sama dengan beton normal, tetapi pada dasarnya beton HVFA pada umur 28 hari belum mencapai kuat tekan 100%, karena beton HVFA memerlukan waktu lebih lama untuk mencapai kuat tekan beton 100% dibandingkan beton normal. Kata kunci: Fly Ash, High Volume Fly Ash (HVFA).
Detail Information
Citation
APA Style
. (2012).PENERAPAN KONSEP GREEN CONRETE DENGAN HIGH VOLUME FLY ASH (HVFA) ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.PENERAPAN KONSEP GREEN CONRETE DENGAN HIGH VOLUME FLY ASH (HVFA) ().Teknik Sipil:FTSP,2012.Text
MLA Style
.PENERAPAN KONSEP GREEN CONRETE DENGAN HIGH VOLUME FLY ASH (HVFA) ().Teknik Sipil:FTSP,2012.Text
Turabian Style
.PENERAPAN KONSEP GREEN CONRETE DENGAN HIGH VOLUME FLY ASH (HVFA) ().Teknik Sipil:FTSP,2012.Text