<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="5065">
<titleInfo>
<title><![CDATA[STUDI MENGENAI PENJAMINAN MUTU AGREGAT DALAM CAMPURAN BETON]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Priyanto Saelan, Ir., M.T.</namePart>
<role><roleTerm type="text"></roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Juan Faizal Ridwan / 22 2008 013</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Sipil]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTSP]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2012]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Agregat banyak memiliki ketidakpastian dan tingkat variabilitas parameter fisik (bentuk, ukuran & kebersihan)
yang tinggi, baik dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, maupun oleh faktor lainnya. Hal ini berbeda dengan
semen dan air yang memiliki tingkat variabilitas yang rendah. Variabilitas parameter agregat, yang terjadi sekalipun berasal dari sumber yang sama antara lain adalah beragamnya modulus kehalusan, berat jenis, kadar lumpur, dan kadar pipih agregat kasar. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kuat tekan beton yang dihasilkan akibat adanya fluktuasi kadar lumpur & kadar pipih agregat kasar maka dilakukan penelitian dalam tugas akhir ini. Hasil-hasil penelitian ini disertai dengan hasil-hasil penelitian sebelumnya menunjukan bahwa modulus
kehalusan pasir pada rentang 1,5 ~ 3,5 tidak menyebabkan pengaruh terhadap penurunan kuat tekan beton
selama volume pasir dalam campuran beton tidak berubah. Hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa kadar
lumpur mulai menyebabkan penurunan kuat tekan beton terjadi pada kadar lumpur diatas 10 % pada pasir.
Untuk menjamin ketercapaian mutu ditetapkan sesuai PBI 1971 yaitu sebesar 5 %. Demikian pula kadar pipih
akan menyebabkan penurunan kuat tekan beton secara signifikan jika kadar pipih tersebut melebihi 20 %.
Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat dibuat konsep penjaminan mutu agregat dari tahap persiapan hingga
tahap pembuatan campuran atau adukan beton untuk mencapai kuat tekan yang direncanakan. kata kunci : beton, agregat, lumpur, pipih</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[1171SI082012a]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[1171SI082012a]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="4884" url="" path="/1171SI082012a.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[STUDI MENGENAI PENJAMINAN MUTU AGREGAT DALAM CAMPURAN BETON]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[5065]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-03-29 09:56:54]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-08-11 10:35:02]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>