<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="5073">
<titleInfo>
<title><![CDATA[EVALUASI PERENCANAAN JALUR GANDA JALAN KERETA API LINTAS CIREBON-TEGAL]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dr. Dwi Prasetyanto, Ir.,M.T.</namePart>
<role><roleTerm type="text"></roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Arfan Fathurizal / 222008038</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Sipil]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTSP]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2012]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Pemasalahan yang terjadi pada angkutan masal kereta api di Indonesia adalah efisiensi terhadap waktu yang menyebabkan adanya keterlambatan pada keberangkatan dan kedatangan kereta api ke stasiun tujuan. Hal itu disebabkan karena adanya persilangan dan penyusulan kereta api pada kondisi petak dengan jalur tunggal. Untuk
mengatasi hal tersebut dan juga seiring meningkatnya akan kebutuhan transportasi dan perkembangan teknologi perkeretaapian PT. Kereta Api Indonesia (Persero) membangun sistem jalur ganda pada lintasan Cirebon-Tegal.
Penulisan tugas akhir ini menitikberatkan pada kapasitas maksimum pada kondisi eksisting dan kondisi setelah adanya jalur ganda yang berkaitan erat dengan headway dan frekuensi. Selain itu kapasitas emplasemen di setiap stasiun harus menunjang setelah adanya pembangunan jalur ganda tersebut. Berdasarkan hasil analisis ternyata kapasitas lintas pada kondisi jalur tunggal masih dapat memenuhi kapasitas lintas yang ada, yaitu 70 sampai 200 kereta api yang dapat melintas perharinya. Setelah dibangun jalur ganda kapasitas lintas maksimum dapat meningkat hingga 14% sampai 28% dari kapasitas jalur tunggal antara Cirebon-Tegal. Pembangunan jalur ganda ini juga untuk mengurangi resiko kecelakaan dan mengurangi waktu tempuh pada lintasan Cirebon-Tegal.
Kata kunci : Kapasitas Maksimum, Jalur Tunggal, Jalur Ganda</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[1179SI082012a]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[1179SI082012a]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="4987" url="" path="/1179SI082012a.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[EVALUASI PERENCANAAN JALUR GANDA JALAN KERETA API LINTAS CIREBON-TEGAL]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[5073]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-03-29 09:56:54]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-08-23 10:20:11]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>