PEMANFAATAN FLY ASH SEBAGAI AGREGAT MIKRO DALAM SELF-COMPACTING CONCRETE


Self Compacting Concrete (SCC) merupakan beton yang dapat memadat sendiri tanpa memerlukan proses pemadatan dengan getaran (vibration) atau metode lainnya. Campuran beton segar dapat dikatakan sebagai beton SCC apabila memenuhi kriteria sebagai berikut yaitu filling ability, passing ability, dan segregation resistance. Filling ability adalah kemampuan beton mengalir tanpa adanya hambatan (tulangan). Passing ability adalah kemampuan melalui atau melewati celah-celah antar besi tulangan atau bagian celah yang sempit dari cetakan tanpa terjadinya segregasi. Segregation resistance adalah kemampuan beton SCC untuk menjaga tetap dalam keadaan komposisi yang homogen. Metode pengujian workabilitas yang digunakan yaitu pengujian Slump Cone, pengujian V-Funnel, dan pengujian L-Shaped Box. Agregat halus (pasir alam) umumnya mengandung agregat mikro kurang dari 15%, maka dari itu harus ditambahkan agregat mikro untuk memenuhi persyratan lebih dari 15%. Fly ash memiliki kehalusan yang memenuhi syarat sebagai agregat mikro, selain itu fly ash juga bersifat pozzolan. Oleh karena itu fly ash dapat digunakan sebagai agregat mikro dalam SCC sekaligus sebagai pozzolan. Kadar fly ash yang digunakan untuk membuat benda uji adalah 5% dan 15% terhadap berat pasir. Benda uji kemudian ditest kuat tekannya menggunakan Universal Testing Machine (UTM) dengan umur beton 3 hari, 7 hari, 14 hari, dan 28 hari. Hal ini berlaku untuk semua jenis variasi betonnya. Dari hasil pengujian campuran beton terlihat bahwa nilai-nilai yang diperoleh untuk setiap parameter ketiga jenis campuran yaitu beton SCC normal dan beton SCC menggunakan agregat mikro memenuhi kriteria beton SCC. Hal ini menunjukan bahwa workabilitas ketiga jenis campuran relatif sama. Dari hasil pengujian kuat tekan terlihat bahwa beton SCC dengan agregat mikro menggunakan fly ash 15% memiliki mutu beton yang lebih baik diantara dua beton SCC lainnya. Hasil yang diperoleh dari ketiga jenis beton tersebut berbeda-beda. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh kadar agregat mikro mempengaruhi kekuatan beton SCC. Kata kunci : Self Compacting Concrete, Agregat Mikro, Fly Ash


LOADING LIST...

LOADING LIST...

Detail Information

Bagian Informasi
Pengarang DIONY MAHARDHIKA / 222008068 - Personal Name
Abinhot Sihotang - Personal Name
No. Panggil 1189SI082012a
Subyek
Fakultas FTSP
Tahun Terbit 2012
Jurusan Teknik Sipil
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik

  Tags :

Citation

. (2012).PEMANFAATAN FLY ASH SEBAGAI AGREGAT MIKRO DALAM SELF-COMPACTING CONCRETE().Teknik Sipil:FTSP

.PEMANFAATAN FLY ASH SEBAGAI AGREGAT MIKRO DALAM SELF-COMPACTING CONCRETE().Teknik Sipil:FTSP,2012.Text

.PEMANFAATAN FLY ASH SEBAGAI AGREGAT MIKRO DALAM SELF-COMPACTING CONCRETE().Teknik Sipil:FTSP,2012.Text

.PEMANFAATAN FLY ASH SEBAGAI AGREGAT MIKRO DALAM SELF-COMPACTING CONCRETE().Teknik Sipil:FTSP,2012.Text

 



Homepage Info

Koleksi  ETD adalah merupakan Tugas Akhir mahasiswa Itenas dalam menempuh program Sarjana/Magister. Seluruh isi dari Tugas Akhir adalah merupakan tanggung jawab penulis sepenuhnya.

Koleksi


Total ETDs : 20322

Total Kunjungan: 26011 dari Maret 2018

Media Sosial / Kanal

Address

UPT Perpustakaan Itenas
Jl. PKH. Mustopha No.23
Bandung 40124, Indonesia
Phone: +62-22-7272215,
email: libary[at]itenas.ac.id