// <![CDATA[TINJAUAN KINERJA PERSIMPANGAN JL. SETIA BUDI – JL. SERSAN BAJURI BANDUNG]]> ELKHASNET, MT. Nurhasanah / 222008106 Penulis
Permasalahan utama yang terjadi di persimpangan tak bersinyal di Indonesia adalah kecelakaan dan kemacetan. Kecelakaan dan kemacetan ini diakibatkan oleh kurangnya kesadaran dari pengendara dalam berlalu lintas, ini dapat dilihat dari perilaku pengendara angkutan umum yang sering menurunkan dan menaikkan penumpang di bahu jalan dan pengendara bermotor yang saling berebut untuk melewati simpang. Latar belakang penelitian karena persimpangan ini sering terjadi kemacetan terutama pada saat hari libur karena padatnya lalu lintas yang menuju dan dari Lembang, selain itu persimpangan ini macet karena adanya terminal Ledeng. Penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan data lalu lintas, geometri dan hambatan samping di setiap lengan simpang. Setelah dilakukan perhitungan untuk simpang tak bersinyal dengan metode MKJI 1997 didapat nilai Kapasitas (C) = 3442 smp/jam dan Derajat Kejenuhan = 0,93, karena nilai Derajat Kejenuhan > 0,85 maka kinerja persimpangan tanpa lampu lalulintasnya sudak tidak layak sehingga perlu dilakukan perbaikan dengan menggunakan lampu lalulintas, dan setelah dilakukan perhitungan diperoleh Derajat Kejenuhan (DS)utara = 0,44, DSselatan = 0,75 dan DSbarat = 0,56, dengan Kapasitas (C) = 4062 smp/jam sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa kinerja persimpangan tersebut menjadi lebih baik setelah dipasang lampu lalulintas. Kata kunci: kinerja dan panjang antrian