// <![CDATA[EVALUASI KINERJA PERSIMPANGAN JALAN TAMANSARI – CIKAPAYANG KOTA BANDUNG]]> ELKHASNET, MT. Mohamad Erpan Nurdiansyah / 222006047 Penulis
Kota Bandung merupakan salah satu kota besar di Indonesia dimana jumlah penduduknya dari tahun ke tahun semakin bertambah yang mengakibatkan aktifitas manusia dan pergerakan penduduk juga semakin meningkat. Adanya peningkatan tersebut mengakibatkan kebutuhan prasarana darat semakin tinggi dan tidak diimbangi dengan peningkatan prasarana transportasi sehingga menimbulkan permasalahan yang berkaitan dengan mobilitas pergerakan. Permasalahan yang terjadi di wilayah kota Bandung salah satunya berada di persimpangan jalan Tamansari–Cikapayang. Mengingat masalah tersebut, maka perlu kiranya dilakukan perbaikan kinerja pada persimpangan yang dapat menjamin keamanan, kenyamanan, kelancaran, dan keselamatan bagi penggunanya. Kajian kinerja persimpangan Tamansari-Cikapayang tersebut didasarkan pada perhitungan peraturan Manual Kapasitas Jalan Indonesia Tahun 1997(MKJI 1997) dengan memperbaiki dan mengatur sinyal lalulintas serta pergerakan yang ada. Hasil analisis yang diperoleh bahwa persimpangan tersebut sudah jenuh, hal ini ditunjukan dengan nilai derajat kejenuhan mencapai 0,91di setiap arah pendekat. Untuk mengatasi masalah tersebut selanjutnya dilakukan simulasi manajemen lalulintas di persimpangan Jalan Tamansari – Cikapayang. Berdasarkan hasil simulasi diperoleh dua solusi alternatif manajemen lalulintas melalui pemanfaatan U turn di jalan Cikapayang, penerapan larangan belok kanan dan lurus serta perubahan fase sinyal. Solusi ini diperoleh nilai derajat kejenuhan sebesar 0,68 di pendekat arah Selatan dan Timur serta 0,38 di pendekat Barat, sehingga persimpangan tersebut sudah tidak jenuh lagi. Kata Kunci : Manajemen lalulintas, kinerja, derajat kejenuhan