// <![CDATA[SEKOLAH TINGGI SENI PADJAJARAN]]> Rizki Ananda Putra / 212009043 Dosen Pembimbing 1 Nur Laela Latifah, ST, MT Dosen Pembimbing 1 Ir. Dwi Kustianingrum, MT Dosen Pembimbing 2
Sejak bertahun-tahun lalu kota Bandung telah menjadi kota pusat berbagai kegiatan yang kemudian sistem ini disebut sebagai sentraliasasi kegiatan yang mungkin bermaksud untuk menjadikannya sebagai hirarki kota-kota sekitarnya. Kegitan-kegiatan yang dimaksud tadi adalah seperti kegiatan pendidikan, politik, pemerintahan, keamanan, sosial, ekonomi, perindustrian, dan lain-lain. Dengan dijadikannya kota Bandung sebagai pusat kota semua kegiatan berarti membuka peluang masyarakat untuk mengadu nasib atau mencari pekerjaan. Seiring dengan berkembangannya kota Bandung maka dengan demikian berkembang pula daerah sekitarnya terutama dari segi pembangunan antara lain pada pembangunan sarana pendidikan yang masih dianggap kurang. Kabupaten Bandung Barat merupakan sebuah daerah baru yang berkembang sebagai pemekaran wilayah Kabupaten Dati II Bandung. Kabupaten ini memiliki daerah administratif yang cukup luas sehingga diperlukan sebuah sarana pendidikan yang strategis. Hal ini yang menjadikan bangunan pendidikan sebagai fasilitas publik turut berkontribusi dalam kehidupan lingkungan kabupaten tersebut, dan merupakan salah satu elemen pembentuk fisik sebuah kabupaten. Bangunan pendidikan akan menjadi ikon karena arsitektur merupakan pembentuk karakter pada sebuah kawasan. Berdasarkan fenomena ini bangunan pendidikan yang akan diproyeksikan menjadi ikon baik dalam skala lingkungan maupun nasional, diupayakan memiliki nilai kearifan lokal setempat sebagai identitas kabupaten dan menjadi contoh pembangunan bagi masyarakat luas.