KAJIAN SIFAT FISIS BETON DENGAN VARIASI MERK DAGANG SEMEN DI INDONESIA
Salah satu bahan dasar pembuat beton adalah semen, namun seringkali disuatu daerah terdapat kelangkaan semen yang sesuai dengan spesifikasi proyek sehingga mau tidak mau perencana harus mengganti merk semen tertentu dengan merk yang ada. Maka perlu adanya kajian sebagai dasar keputusan sebelum menggantikan merk semen yang langka tersebut. Pengujian yang diuji pada penelitian ini adalah sifat fisis beton sebagai salah satu parameter untuk mencari kinerja suatu beton. Pengujian yang diuji adalah kelacakan, kadar udara, setting time, susut, dan permeabilitas, semua macam-macam pengujian diuji kepada masing masing campuran beton yang menggunakan variasi merk semen yang berbeda kecuali untuk pengujian setting time yang hanya diuji terhadap semen. Apabila melihat slump rencana dari mix design beton dalam kajian ini adalah sebesar 10 ± 2 yang dikorelasikan dengan pembagian nilai slump menurut SNI, slump rencana tersebut masuk diantara ketinggian 60-180 mm, sehingga nilai slump aktual dari campuran beton pada penelitian berada diantara ketinggian tersebut. Apabila melihat dari hasil penelitian untuk campuran beton dengan kuat tekan rencana 20 MPa hanya semen Padang yang masuk pada kategori slump rencana 60-180 mm. Kemudian untuk campuran beton dengan kuat tekan rencana 40 MPa semen Padang dan Tiga Roda masuk pada kategori slump rencana 60-180 mm.kemudian dari hasil pengujian kadar udara dapat diambil kesimpulan bahwa kadar udara yang terkandung dalam masing-masing campuran beton dengan menggunakan semen yang berbeda-beda memenuhi persyaratan kadar udara yaitu sehingga seluruh semen layak digunakan untuk suatu bangunan, dari hasil pengujian kadar udara untuk kuat tekan rencana 20 MPa campuran beton yang mendapatkan kadar udara terkecil adalah yang menggunakan semen Gresik sebesar 3,1%, dan untuk kuat tekan rencana 40 MPa campuran beton yang mendapatkan kadar udara terkecil adalah yang menggunakan semen Tiga Roda sebesar 2,3 %, Dari hasil pengujian setting time dapat diambil kesimpulan setiap semen yang memiliki waktu ikat awal dan ikat akhir terlama adalah semen Gresik, yaitu selama 3 jam 30 menit dan 4 jam 45 menit dari waktu awal pencampuran, dari hasil pengujian susut dapat diambil kesimpulan penyusutan pada kuat tekan 20 dan 40 Mpa beton yang menggunakan semen Holcim mengalami penyusutan yang paling tinggi atau sebesar 3,193 dan 4,225 % dari volume total, dari hasil pengujian permeabilitas dapat diambil kesimpulan menurut klasifikasi koefisien permeabilitas menurut Mehta seluruh semen yang diuji memiliki koefisien permeabilitas tinggi.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2013).KAJIAN SIFAT FISIS BETON DENGAN VARIASI MERK DAGANG SEMEN DI INDONESIA ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.KAJIAN SIFAT FISIS BETON DENGAN VARIASI MERK DAGANG SEMEN DI INDONESIA ().Teknik Sipil:FTSP,2013.Text
MLA Style
.KAJIAN SIFAT FISIS BETON DENGAN VARIASI MERK DAGANG SEMEN DI INDONESIA ().Teknik Sipil:FTSP,2013.Text
Turabian Style
.KAJIAN SIFAT FISIS BETON DENGAN VARIASI MERK DAGANG SEMEN DI INDONESIA ().Teknik Sipil:FTSP,2013.Text