// <![CDATA[KAJIAN SIFAT MEKANIS BETON NORMAL DENGAN VARIASI MERK DAGANG SEMEN DI NDONESIA]]> Muhammad Teguh Santoso / 222008018 Dosen Pembimbing 1 Bernardinus Herbudiman, S.T., M.T
Semen merupakan bahan utama dari pembuatan material beton. Di daerah-daerah tertentu tidak semua merk semen mudah didapatkan, terkadang kita membutukan waktu yang tidak sedikit untuk mendapatkan merk semen yang sesuai dengan apa yang direncanakan. Hal ini akan berimbas pada lamanya proses penyelesaian sebuah bangunan. Sebagai referensi untuk menggantikan merk semen yang sesuai dengan kebutuhan, diperlukan penelitian lebih lanjut tentang sejauh mana perbedaan kinerja beton yang menggunakan berbagai merk dagang semen. Metode yang digunakan dalam perhitungan komposisi campuran beton ialah trial mix dengan metoda SKSNI-2000. Sifat mekanis yang diuji adalah kuat tekan beton 20 MPa, dengan umur benda uji 3, 7, 14, 28, dan 56 hari. Untuk pengujian kuat tekan beton 40 MPa, pengujian kuat tarik belah beton 20 MPa dan 40 MPa, pengujian kuat tarik lentur beton 20 MPa, dan pengujian modulus elastisitas beton 20 MPa dan 40 MPa hanya diuji pada umur beton 28 hari. Pada pengujian kuat tarik lentur beton sample yang diuji adalah sebanyak 2 buah benda uji, sedangkan untuk pengujian kuat tekan beton, kuat tarik belah beton, dan modulus elastisitas beton menggunakan 3 buah benda uji. Hasil yang didapat dari penelitian ini ialah, untuk kuat tekan beton normal 20 MPa hanya semen Gresik yang tidak mencapai kuat tekan target, tetapi masih mencapai kuat tekan rencana 20 MPa. Untuk kuat tekan rencana 40 MPa semua merk semen tidak mencapai kuat tekan target tetapi masih mencapai kuat tekan rencana 40 MPa. Untuk pengujian kuat tarik belah beton dengan kuat tekan rencana 20 MPa semua merk semen sudah memenuhi persyaratan kuat tarik beton, sedangkan untuk kuat tekan rencana 40 MPa tidak memenuhi persyaratan. Untuk hasil pengujian kuat tarik lentur semua merk semen sudah memenuhi persyaratan kuat tarik. Untuk pengujian modulus elastisitas semua merk semen memenuhi persyaratan modulus elastisitas.