// <![CDATA[KAJIAN PENGARUH DRAINASE TERHADAP ASPEK PEMELIHARAAN JALAN]]> Aroma Lubis / 222009065 Dosen Pembimbing 1 NURSETIAWAN, Ph.D. Ir. Samun Haris, M.T.
Kerusakan jalan di jalan Cikutra, jalan Terusan Jakarta dan jalan Makmur di antaranya terjadi oleh genangan air yang diakibatkan kondisi saluran drainase yang rusak. Terdapat beberapa aspek yang menyebabkan hal tersebut di antaranya yaitu kondisi drainase rusak yang menyebabkan genangan di badan jalan dan memicu kerusakan jalan. Saluran drainase tepi jalan yang tidak berfungsi secara optimal menyebabkan biaya untuk perbaikan jalan semakin besar. Pada Tugas Akhir ini akan ditinjau tiga aspek yang berkaitan dengan pemeliharaan jalan yaitu aspek biaya perbaikan dan pemeliharaan yang dihitung berdasarkan kerusakan eksisting, aspek kelembagaan dan tinjauan aspek perubahan tata guna untuk melihat pengaruhnya terhadap meningkatnya limpasan dalam kaitannya dengan kapasitas tampung saluran. Dari hasil analisis dan identifikasi kerusakan jalan dapat diambil kesimpulan bahwa kerusakan jalan dipicu langsung oleh genangan akibat saluran drainase yang tidak dapat menyalurkan air dari badan jalan ke saluran. Dari aspek biaya, persentase biaya perbaikan saluran terhadap biaya perbaikan jalan yang diperlukan untuk ruas jalan Cikutra, Jalan Terusan Jakarta dan Jalan Makmur masing-masing sebesar 1,2 %, 2,41 %, dan 5,23 % dari total Rencana Anggaran Biaya berdasarkan data aktual. Dari aspek kelembagaan terlihat bahwa keterpaduan antar dinas terkait masih belum optimal dalam pelaksanaan pemeliharaan jalan dan saluran. Sedangkan tinjauan perubahan guna lahan pada daerah tangkapan air masing-masing ruas jalan menunjukkan adanya perubahan penggunaan lahan dari lahan belum terbangun menjadi lahan terbangun.