// <![CDATA[PEMODELAN PERKUATAN TIANG BOR PADA ANALISA STABILITAS LERENG DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA STUDI KASUS :]]> GEA FAHMI FAHREZA / 222009084 Dosen Pembimbing 1 Dr.techn. Indra Noer Hamdhan, ST.,M.T Bemby Sunaryo, Ir., M.Sc
Beberapa kasus kelongsoran banyak terjadi diberbagai daerah di Indonesia dimana salah satunya adalah yang terjadi di Areal Bendungan Jatigede pada saat pembangunannya. Dalam studi ini yang menjadi permasalahan adalah pergerakan tanah di Eretan dan Cikidul yang menyebabkan kelongsoran. Studi ini bertujuan untuk melakukan pemodelan kelongsoran yang terjadi dengan menggunakan metode elemen hingga (analisis balik) pada kondisi eksisting di areal sekitar Bendungan Jatigede untuk memperoleh parameter tanah rencana yang selanjutnya digunakan untuk analisis stabilitas lereng dengan kondisi perkuatan. Lokasi yang ditinjau dalam pemodelan ini adalah STA 1+425 dan STA 1+500 yang mewakili kelongsoran. Dalam analisis ini dihasilkan parameter tanah rencana yang akan digunakan dalam analisis stabilitas lereng dengan perkuatan. Analisis dengan perkuatan inipun dilakukan dengan metode elemen hingga, dimana stabilitas lereng dengan perkuatan yang digunakan adalah tiang bor. Pemodelan perkuatan tiang bor ini dilakukan dengan variasi posisi. Hasil dari analisis stabilitas lereng kondisi dengan perkuatan pada STA 1+425 dan 1+500 tumpuan kanan menunjukan bahwa adanya variasi posisi tiang bor, dimana pada STA 1+425 tidak memberikan perbedaan faktor keamanan yang signifikan. Namun, setelah dilakukan variasi posisi tiang pada STA 1+500 menunjukan hasil yang cukup signifikan yaitu dengan perbedaan 9%. Pada STA 1+425 memiliki angka keamanan (SF) = 1,518 dengan letak tiang bor sesuai posisi tiang 1 dan pada STA 1+500 memiliki angka keamanan (SF) = 1,760 dengan letak tiang bor sesuai posisi tiang 1.