// <![CDATA[SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI BANDUNG BARAT]]> Asep Yana / 212009067 Dosen Pembimbing 1 Ir. Thomas Brunner,MM Ir. Nurtati S. MT
Sejak bertahun-tahun lalu kota Bandung telah menjadi kota pusat berbagai kegiatan yang kemudian sistem ini disebut sebagai sentralisasi kegiatan yang mungkin bermaksud untuk menjadikan kota Bandung sebagai hirarki kota-kota tetangga. Kegiatan-kegiatan yang dimaksud tadi adalah seperti kegiatan pendidikan, politik, pemerintahan, keamanan, sosial, ekonomi, perindustrian dan lain-lain. Dengan dijadikannya kota Bandung sebagai pusat kota semua kegiatan berarti membuka peluang untuk mengadu nasib atau mencari pekerjaan. Hal inilah yang telah membuat perpindahan penduduk dari luar kota Bandung baik itu merupakan warga Negara Indonesia maupun dari luar negeri ke dalam kota Bandung dan hal ini telah berlangsung lama. Salah satu daerah tujuan bagi para imigran ke wilayah Bandung adalah kabupaten Bandung Barat. Bandung Barat merupakan sebuah daerah baru yang berkembang cukup pesat, yang dimana merupakan pemekaran wilayah Kabupatten dati II Bandung. Kabupaten Bandung Barat memiliki Penduduk yang cukup banyak, sehingga diperlukan sebuah pusat pendidikan yang baik guna menunjang kebutuhan akan ilmu pengetahuan bagi daerah tersebut. Hal ini bangunan pendidikan yang sebagai fasilitas public turut berkontribusi dalam kehidupan lingkungan kota, yang merupakan salah satu elemen pembentuk fisik kota setempat. Bangunan pendidikan ini akan menjadi ikon dan pembentuk karakter kota; karerna arsitekturr selaku cermin sikap hidup. Berdasarkan fenomena ini bangunan pendidikan yang akan diproyeksikan menjadi ikon (icon) baik dalamm skala lingkungan maupun dalam skala nasional, diupayakan memiliki nilai kearifan lokal setempat sebagai identitas kota dan menjadi contoh pembanguan bagi masyarakat luas. Tema yang diterapkan adalah ”Estetika Struktur Melalui Pemanfaatan Sumber Daya Alam Sekitar kabupaten Bandung Barat” yaitu berupa pendekatan berupa konsep bentuk fisik dari bangunan yang memiliki unsur estetis tanpa melupakan kekuatan akan strukturnya. Estetika struktur adalah keindahan dalam merancang suatu struktur, melalui pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) sekitar kab. Bandung Barat, hal ini bertujuan untuk pendekatan pada misi mewujudkan pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan. Estettika struktur yang diterapkan pada sekolah tingggi ini, bukan hanya memiliki fungsi untukmenahan beban/pengkaku bangunan, tetapi estetika struktur tersebut memberikan ungkapan visual dengan keindahan penerapan materialnya. Proses perancangan proyek ini diawali dengan melakukan studi literature untuk mendapatkan pemahaman awal berkaitan dengan perancangan bengunan pendidikan maupun mengenai tema, observasi lapangan untuk mempelajari kondisi dan potensi tapak beserta lingkungannya dan studi banding untuk mencari bahan perbandingan baik terhadap proyek maupun tema sejenis. Kemudian data-data tersebut diolah sehingga didapatkan hasil analisis kondisi tapak, studi kebutuhan ruang, dan aktifitas yang akan terjadi di dalam maupun luar bangunan. Konsep perencanaan dirumuskan berdasarkan tema yang dipilih dan mengacu pada hasil analisis dan studi sebelumnya. Konsep peranncangan yang dituangkan kepada desain tidak hanya mengenai konsep bentuk. Filosoofi yang terkandung dari apa yang telah dikonsepkan akan mengingatkan pada pentingnya efisiensi dalam segala aspek, terutama mengenai efisiensi dalam penggunaan material sehingga kita dapat ikut membantu melestarikan alam. Hal ini terkait dengan segala isu yang berkembang di dunia arsitektur mengenai konsep perancangan yang ramah lingkungan (green architecture, sustainable development, dll). Aplikasi konsep perancangan menjadi penyelesaian terhadap berbagai permasalahan perancangan yang mungkin timbul pada bangunan ini.