PERBANDINGAN HASIL PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN JALAN LENTUR BERDASARKAN METODE DEPKIMPRASWIL 2002 DENGAN METODE BINA MARGA 2011
Jalan merupakan salah satu prasarana transportasi darat yang sangat penting. Perkerasan
jalan lentur merupakan salah satu struktur jalan yang berfungsi untuk menahan beban lalu lintas di
atas jalan. Perkerasan jalan lentur dapat dirancang dengan menggunakan beberapa metode, antara
lain Pedoman Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Departemen Permukiman dan Prasarana
Wilayah 2002 (Pedoman Pt T-01-2002-B) dan Metode Bina Marga 2011(Pedoman
No.002/P/BM/2011).
Untuk mengetahui perbedaan kedua metode tersebut, maka dilakukan kajian
perbandingan antara metode Depkimpraswil 2002 dan metode Bina Marga 2011. Parameter
perencanaan yang digunakan oleh metode Depkimpraswil 2002 adalah beban lalu lintas, daya
dukung tanah dasar, material perkerasan dan data lingkungan sekitar sedangkan metode Bina
Marga 2011 menggunakan parameter beban lalu lintas dan daya dukung tanah dasar, skenario
dalam penelitian ini menggunakan data fiktif .
Dengan beban lalu lintas dan daya dukung tanah dasar yang sama, tebal total perkerasan
yang didapat dengan metode Depkimpraswil 2002 9,7 % lebih tebal dari pada tebal perkerasan
yang didapat dengan metode Bina Marga 2011.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2014).PERBANDINGAN HASIL PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN JALAN LENTUR BERDASARKAN METODE DEPKIMPRASWIL 2002 DENGAN METODE BINA MARGA 2011 ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.PERBANDINGAN HASIL PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN JALAN LENTUR BERDASARKAN METODE DEPKIMPRASWIL 2002 DENGAN METODE BINA MARGA 2011 ().Teknik Sipil:FTSP,2014.Text
MLA Style
.PERBANDINGAN HASIL PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN JALAN LENTUR BERDASARKAN METODE DEPKIMPRASWIL 2002 DENGAN METODE BINA MARGA 2011 ().Teknik Sipil:FTSP,2014.Text
Turabian Style
.PERBANDINGAN HASIL PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN JALAN LENTUR BERDASARKAN METODE DEPKIMPRASWIL 2002 DENGAN METODE BINA MARGA 2011 ().Teknik Sipil:FTSP,2014.Text