// <![CDATA[ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL JALAN SOEKARNO HATTA]]> M. Syarif Hidayatullah/222009026 Dosen Pembimbing 1 Elkhasnet, Ir., M.T.
Perkembangan penduduk dari tahun ke tahun semakin meningkat diikuti dengan bertambahnya kebutuhan sarana dan prasarana transportasi. Salah satu penyebab kemacetan lalu lintas adalah tidak mencukupinya prasarana transportasi akibat bertambahnya kepemilikan kendaraan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja simpang bersinyal pada simpang Jl. Soekarno Hatta – Jl. Cibaduyut kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Hasil penelitian kinerja simpang yang didapat meliputi arus jenuh dasar (S0), Arus jenuh (S), waktu siklus (c), IFR, derajat kejenuhan (DS), jumlah kendaraan antri (NQ), panjang antrian (QL), jumlah kendaraan terhenti (NSV) dan tundaan. Perhitungan kinerja dilakukan dalam 5 kondisi yaitu: kondisi saat ini, kondisi 4 fase dengan tipe terlindung (alternatif I), kondisi 4 fase tipe terlindung dengan arah lurus dengan lurus dan belok kanan dengan belok kanan (alternatif II), kondisi 3 fase tipe terlindung dengan larangan belok kanan pada pendekat timur dan pendekat barat (alternatif III) dan kondisi 3 fase tipe terlindung dengan larangan belok kanan pada pendekat timur dan pendekat barat dan dilakukan pelebaran geometri simpang (alternatif IV). Kondisi saat ini menghasilkan kinerja simpang yang buruk karena pada setiap pendekat rata-rata didapat derajat kejenuhan (DS) 0,83 – 3,48 tidak memenuhi persyaratan MKJI 1997 yaitu DS < 0,85. Pada alternatif I, alternatif II dan alternatif III tidak dapat dihitung waktu siklusnya karena didapat nilai IFR > 1. Pada alternatif IV kinerja simpang sudah lebih baik karena didapat nilai DS 0,65 - 0,87 mendekati persyaratan MKJI 1997 yaitu DS < 0,85, panjang antrian (QL) 82 – 120 m dan tundaan rata-rata (D) 34,86 dt/smp.