// <![CDATA[PERBANDINGAN HASIL PERENCANAAN TEBAL LAPIS TAMBAH MENGGUNAKAN METODE DEPKIMPRASWIL 2005 DAN METODE BINA MARGA 2011]]> Piki Taupik Kurnia / 222009031 Dosen Pembimbing 1 Dr. Dwi Prasetyanto, Ir., MT.,
Kemampuan struktural perkerasan jalan berkurang seiring dengan masa pelayanannya. Untuk dapat melayani lalulintas yang selalu meningkat, dibutuhkan usaha untuk meningkatkan kembali kemampuan struktur perkerasan jalan untuk memikul beban. Salah satu kegiatan yang umum dilakukan adalah dengan memberi lapis tambah (overlay). Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil tebal lapis tambah yang menggunakan metode Depkimpraswil 2005 dan metode Bina Marga 2011. Data lendutan balik diperoleh dari pengujian alat Benkelman Beam dan data temperatur serta jumlah lalu lintas yang diperoleh dari data sekunder berdasarkan laporan PT. DAKSINA PATI KARSA KONSULTINDO tahun 2012. Hasil analisis menunjukan nilai akumulasi ekivalen beban sumbu standar selama umur rencana (CESA) pada kedua metode yang digunakan menghasilkan nilai yang sama yaitu sebesar 3.943.922,4 lss/UR/lajur rencana, tetapi lendutan rencana yang dihasilkan pada masing – masing metode berbeda, pada metode Depkimpraswil 2005 yaitu sebesar 0,668 mm sedangkan pada metode Bina Marga 2011 sebesar 1,190 mm dan tebal lapis tambah yang diperoleh dari kedua metode ini adalah 10,2 cm dan 13,0 cm.