// <![CDATA[PENGARUH BELOK KIRI LANGSUNG TERHADAP KINERJA PERSIMPANGAN JALAN ASIA AFRIKA - JALAN LENGKONG BESAR KOTA BANDUNG]]> Agustinus Ferdinand Turnip / 222009089 Dosen Pembimbing 1 Dr. Dwi Prasetyanto, ST.,MT
Salah satu penyebab kemacetan lalu lintas adalah tidak mencukupinya prasarana transportasi akibat bertambahnya kepemilikan kendaraan. Persimpangan merupakan salah satu lokasi rawan kemacetan karena adanya pergerakan antar kendaraan yang datang dari tiap kaki simpang. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan kinerja LTOR dan tanpa LTOR pada persimpangan Jl.Asia Afrika – Lengkong Besar kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Hasil penelitian kinerja simpang yang didapat meliputi, Arus jenuh (S), derajat kejenuhan (DS), jumlah kendaraan antri (NQ), panjang antrian (QL), jumlah kendaraan terhenti (NSV) dan tundaan. Kinerja simpang LTOR mendekati situasi yang buruk karena pada setiap pendekat rata-rata didapat derajat kejenuhan DS 0.82 hampir tidak memenuhi persyaratan MKJI 1997 yaitu DS < 0,85,sedangkan panjang antrian QL 89 m, arus lalu lintas Q 1471 smp/jam, jumlah kendaraan terhenti NSV 1385 smp/jam, tundaan rata-rata 21.294 det/smp. Kinerja simpang N - LTOR mendekati situasi yang buruk karena pada setiap pendekat rata-rata didapat derajat kejenuhan DS 0.80 hampir tidak memenuhi persyaratan MKJI 1997 yaitu DS < 0,85, sedangkan, panjang antrian QL 76 m, arus lalu lintas Q 1703 smp/jam, jumlah kendaraan terhenti NSV 17211 amp/jam, tundaan rata-rata 17.36 det/smp Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa alternatif perbandingan berupa mempunyai hasil kinerja tundaan yang hampir sama.