<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="5291">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PEMBANGKIT LISTRIK SKALA RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR BIOGAS]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Wedha Abimantrana / 12</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>T. Kristyadi, Ir., M.T., Ph.D.</namePart>
<role><roleTerm type="text"></roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Bambang Boedi Cahyono</namePart>
<role><roleTerm type="text"></roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Mesin]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTI]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2010]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Listrik adalah sumber kehidupan bagi manusia. Saat ini masih banyak desa –
desa yang tertinggal yang belum dapat menikmati listrik, dikarenakan rendahnya
pertumbuhan penyediaan tenaga listrik yang rata-rata hanya 6%-9% per tahun,
sehingga sangat kurang untuk dapat memenuhi permintaan akan energi listrik
nasional. Sejak tahun 2001 terdapat 24 wilayah yang tersebar hampir di semua
propinsi di Indonesia yang masih mengalami kekurangan pasokan listrik.
Berdasarkan pemikiran tersebut, penelitian ini dilakukan untuk
mengembangkan sebuah generator yang menggunakan bahan bakar yang murah dan
relatif tidak membahayakan lingkungan, dalam artian emisinya rendah. Bahan bakar
digunakan sebagai sumber bahan bakar pada motor bakar yang dayanya dapat
menggerakan generator.
Dengan adanya masalah tersebut, maka dibuat sebuah alat pembangkit
listrik skala rumah tangga dengan menggunakan bahan bakar biogas. Pembangkit
listrik ini menggunakan bahan bakar biogas yang berasal dari kotoran sapi.
Dalam pembuatan pembangkit listrik skala rumah tangga dengan
menggunakan bahan bakar biogas, diperlukan proses perancangan bagaimana
bahan bakar pada motor bakar untuk menggerakan generator dapat mengunakan
bahan bakar biogas. Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses penguraian
bahan-bahan organik oleh mikroorganisme pada kondisi langka oksigen (anaerob).
Komponen biogas antara lain sebagai berikut : ± 60 % CH4 (metana), ± 38 % CO2
(karbon dioksida) dan ± 2 % N2, O2, H2, & H2S.
Proses perancangan tersebut meliputi perancangan mixer (alat pencampur
bahan bakar dengan udara), perancangan kapasitas reaktor agar kotoran sapi
sebagai sumber bahan bakar dapat mengoperasikan lamanya waktu penggunaan
generator..
Dari hasil perancangan diperoleh Air Fuel Ratio (AFR) dengan
perbandingan 1 : 4.59 sebagai dasar perancangan mixer, dari hasil tersebut dibuat
mixer dengan diameter input bahan bakar 6 mm dan diameter input udara 27.54 mm.
Dimana energi pada 1 kg biogas mencapai kisaran 2252.317 kkal. Dalam
menghitung kebutuhan biogas, dilihat dari kebutuhan mesin generator beroperasi
selama 8 jam. Dari percobaan yang dilakukan selama 30 menit, mesin generator
merk Yasui type YSI 2000 di running menghabiskan bahan bakar sebanyak 1154.32
liter dengan beban maksimum 600 watt. dari hasil kajian kotoran sapi besarnya
kapasitas reaktor diperoleh sebesar 20420 liter = 20.42 m3.
Pada hasil pembuatan reaktor, gas yang dihasilkan dapat mencukupi
kebutuhan mesin generator. Dan diameter input bahan bakar pada mixer tidak sesuai
dengan perancangan, dikarenakan tekananan pada biogas sangat kecil dan
menyebabkan genset tidak dapat hidup. Tetapi perancang melakukan beberapa kali
eksperimen agar mesin untuk menggerakan generator dapat hidup, dengan
mengubah diameter input bahan bahan bakar diperbesar pada bagian mixer.
dikarenakan agar campuran bahan bakar dengan udara dapat tercampur dengan
baik. Hasilnya mesin dapat hidup dan daya dari mesin dapat menggerakan
generator.</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[976MS112010a]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="4343" url="" path="/976MS112010a.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PEMBANGKIT LISTRIK SKALA RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR BIOGAS]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[5291]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-03-29 09:56:54]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-07-21 08:27:47]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>