// <![CDATA[KAJIAN PERSIMPANGAN SEBIDANG JALAN RUMAH SAKIT]]> Ali Husin Al Haddad / 222008007 Dosen Pembimbing 1 Sofyan Triana, ST., MT
Persimpangan merupakan pertemuan dari dua ruas jalan atau lebih dan merupakan bagian terpenting dalam sistem jaringan jalan, lancar tidaknya pergerakan dari satu jaringan jalan ditentukan oleh pengaturan pada persimpangan. Salah satu permasalahan yang terjadi pada jaringan jalan adalah simpang bersinyal. Dalam pengkajian simpang ini yaitu simpang bersinyal pada lokasi di simpang Jalan Rumah Sakit – Jalan Cinambo – Jalan Panghegar. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI 1997) dengan menggunakan sistem 2 fase, 3 fase, dan 4 fase. Berdasarkan hasil perhitungan yang didapat bahwa siklus 4 fase membutuhkan waktu siklus selama 111 detik dengan nilai derajat kejenuhan terbesar pada lengan JC – B mencapai 0,86 dan terkecil sebesar 0,84 pada lengan simpang JP – T, serta tundaan lalu lintas yang terjadi terbesar mencapai 64,39 det/smp pada lengan simpang JC – B dan yang terkecil sebesar 41,01 det/smp pada lengan simpang JRS – U. Penerapan siklus 4 fase dapat diterapkan secara maksimal apabila lebar bahu jalan untuk pelebaran lengan simpang dapat mengatasi nilai derajat kejenuhan dan waktu siklus yang layak berdasarkan MKJI 1997.