// <![CDATA[STUDI KELAYAKAN PELABUHAN PENYEBERANGAN DI SUNGAI MARO - MERAUKE]]> Zoudhis Dewangga Putra / 222009032 Dosen Pembimbing 1 Yati Muliati SN., Ir., M.T. Fachrul Madrapriya, ST., M.Psd
Berkembangnya transportasi penyeberangan di Merauke yang membutuhkan prasarana pelabuhan penyeberangan yang memadai untuk dilayari sepanjang musim dengan orientasi pergerakan di Lintas Merauke – Kimaam. Untuk mengetahui kelayakan dari rencana tersebut, maka perlu diadakan Studi Kelayakan Pelabuhan Penyeberangan di 3 alternatif lokasi di Merauke. Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan fisik dan lokasi, terhadap pembangunan pelabuhan penyeberangan di lintas Merauke - Kimaam. Persentase rata-rata pertumbuhan penduduk tiap tahun Merauke adalah 3,8%. Angka tersebut digunakan untuk memprediksikan jumlah penduduk dan barang dimulai dari tahun 2013sampai dengan tahun 2033. Dari hasil analisis pemilihan alternatif lokasi di Kelapa Lima, Maro I, dan Maro II maka terpilih Kelapa Lima sebagai alternatif lokasi yang paling layak untuk dikembangkan. Lokasi Kelapa Lima Merauke akan memiliki fasilitas dermaga bongkar muat (rampway) tipe plengsengan dengan panjang di dek pertama 17,7 m dengan elevasi 7,37 m dan di dek kedua 17,82 m dengan elevasi 4,25 m. Panjang dermaga 45 m untuk kapal 200 GRT, 55 m untuk kapal 300 GRT dan 65 m 500 GRT. Dalam skenario penggunaan kapal digunakan 2 kapal 200 GRT untuk periode pengembangan jangka pendek dengan kapasitas 387 penumpang per-hari dan 4 ton barang perhari, 1 kapal 500 GRT untuk periode pengembangan jangka menengah dengan kapasitas 484 penumpang per-hari dan 5 ton barang per-hari, serta 1 kapal 500 GRT dan 1 kapal 300 GRT untuk periode pengembangan jangka panjang dengan kapasitas 707 penumpang per-hari dan 7 ton barang per-hari.