// <![CDATA[ANALISIS STABILITAS LERENG DENGAN PERKUATAN SOIL NAILING MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA]]> FIRMAN KHAERUL IKHWAN / 222009058 Dosen Pembimbing 1 Dr.techn. Indra Noer Hamdhan, ST.,MT.
Lereng di daerah Indonesia sangat banyak termasuk tebing. Salah satunya kasus di ruas Jalan Bagbagan-Jampang kulon. Pada kasus ini terjadi keruntuhan. Keruntuhan merupakan salah satu jenis dari longsoran. Dalam studi ini yang menjadi permasalahan adalah pergerakan tanah di dan pelapukan di tebing yang menyebabkan keruntuhan. Keruntuhan ini dilakukan pemodelan yang terjadi dengan menggunakan metode elemen hingga (analisis balik) pada kondisi eksisting di areal sekitar Bagbagan-Jampang kulon untuk memperoleh parameter tanah rencana yang selanjutnya digunakan untuk analisis stabilitas lereng dengan kondisi perkuatan. Lokasi yang ditinjau dalam pemodelan ini adalah STA 158+850 dan STA 158+900. Dalam analisis ini dihasilkan parameter tanah rencana yang akan digunakan dalam analisis stabilitas lereng dengan perkuatan. Analisis dengan perkuatan ini dilakukan dengan metode elemen hingga, dimana stabilitas lereng dengan perkuatan yang digunakan adalah soil nailing. Pemodelan perkuatan soil nailing ini dilakukan dengan 2 variasi pemodelan yaitu plate dan geogrid. Dan juga variasi alternatif panjang dan jarak soil nailing. Setelah dilakukan semua variasi alternatif pada STA 158+850 dan STA 158+900. Hasil yang diperoleh faktor keamanan yang tidak signifikan. Pemodelan soil nailing menggunakan plate pada STA 158+850 memiliki angka keamanan (SF) = 1,356 dengan kombinasi dan pada STA 158+900 memiliki angka keamanan (SF) = 1,250 dengan kombinasi. Sedangkan pemodelan soil nailing menggunakan geogrid pada STA 158+850 memilki angka keamanan (SF) = 1,261 dengan kombinasi dan pada STA 158+900 memiliki angka keamanan (SF) = 1,250 dengan kombinasi.