// <![CDATA[PERKIRAAN DISTRIBUSI PERGERAKAN PENUMPANG DI PROVINSI JAWA BARAT BERDASARKAN ASAL TUJUAN TRANSPORTASI NASIONAL]]> Tri Aprilliansyah / 222009072 Dosen Pembimbing 1 Herman, Ir., MT.
Sejalan dengan meningkatnya kepadatan penduduk perkotaan, maka jumlah perjalananpun juga semakin meningkat. Apabila peningkatan tersebut tidak diikuti dengan penambahan infrastruktur, akan mengakibatkan terjadinya ketimpangan antara penyediaan dan permintaan. Untuk mengantisipasi kebutuhan diperlukan studi tentang model bangkitan dan tarikan serta model sebaran pergerakan yang terjadi di Provinsi Jawa Barat. Penelitian dilakukan bertujuan untuk memperkirakan distribusi pergerakan di Provinsi Jawa Barat berdasarkan Asal Tujuan Transportasi Nasional dan membuat model matematis bangkitan dan tarikan Provinsi Jawa Barat dan membuat model sebaran pergerakan dengan model dengan dua batasan ( Doubleconstrained). Untuk membentuk model bangkitan dan tarikan pergerakan diperlukan data asal tujuan yang diperoleh dari data sekunder.Hasil data sekunder dianalisis dengan metode Analisis Regresi Linier untuk mendapatkan model persamaan matematis yang paling baik. Untuk membentuk model sebaran pergerakan menggunakan model Double Constraint Gravity Model (DCGR) dan metode furness. Model bangkitan pergerakan penumpang yang diperoleh dari hasil analisa adalah Y = 3918278 + 16,008 X2(R2= 0,843), dimana X2= Jumlah Penduduk. Untuk model tarikan pergerakan penumpang diperoleh hasil analisa adalah Y = 6006512 + 14,769 X2(R2= 0,843), dimana X2= Jumlah Penduduk. Berdasarkan hasil uji statistik, model sebaran pergerakan menggunakan model DCGR dengan fungsi hambatan eksponensial negatif. Sehingga model yang diperoleh adalah Tid= Oi.Dd..Ai.Bd.exp(-0,014159.Cid).