KAJIAN KOEFISIEN UPAH PEKERJAAN PASANGAN BATA UNTUK LANTAI 1, 2, 3 PADA BANGUNAN SEDERHANA
Sampai saat ini pasangan dinding bata masih menjadi pilihan utama dalam
membuat suatu partisi atau pembentuk ruangan pada bangunan sederhana berlantai
tidak lebih dari tiga, dimana bangunan tersebut merupakan pasar terbesar dalam
industri konstruksi di Indonesia. Koefisien harga satuan upah pekerjaan merupakan
salah satu faktor penentu dalam menyusun rencana anggaran biaya.
SNI koefisien harga satuan upah pekerjaan pasangan dinding untuk lantai
1, lantai 2 dan lantai 3 pada bangunan sederhana mempunyai nilai yang sama,
sementara tingkat kesulitan pelaksanaan pekerjaan pasangan bata pada ketiga
lantai tersebut berbeda, untuk itu perlu dilakukan kajian terhadap koefisien upah
pekerjaan pasangan bata untuk lantai 1, lantai 2 dan lantai 3 pada bangunan
sederhana yang meliputi koefisien upah mandor, kepala tukang, tukang dan laden.
Dari hasil penelitian didapat koefisien upah untuk mandor pada lantai 1
0,0075, lantai 2 0,0084 dan 0,0103 pada lantai 3. Koefisien upah untuk tukang pada
lantai 1 0,0750, lantai 2 0,0835 dan 0,1029 untuk lantai 3. Koefisien upah untuk
laden pada lantai 1 0,0927, lantai 2 0,1438 dan 0,1877 untuk lantai 3. Sedangkan
nilai koefisien upah SNI untuk mandor 0,0150, tukang 0,1000 dan laden 0,3200
pada setiap lantai bangunan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2014).KAJIAN KOEFISIEN UPAH PEKERJAAN PASANGAN BATA UNTUK LANTAI 1, 2, 3 PADA BANGUNAN SEDERHANA ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.KAJIAN KOEFISIEN UPAH PEKERJAAN PASANGAN BATA UNTUK LANTAI 1, 2, 3 PADA BANGUNAN SEDERHANA ().Teknik Sipil:FTSP,2014.Text
MLA Style
.KAJIAN KOEFISIEN UPAH PEKERJAAN PASANGAN BATA UNTUK LANTAI 1, 2, 3 PADA BANGUNAN SEDERHANA ().Teknik Sipil:FTSP,2014.Text
Turabian Style
.KAJIAN KOEFISIEN UPAH PEKERJAAN PASANGAN BATA UNTUK LANTAI 1, 2, 3 PADA BANGUNAN SEDERHANA ().Teknik Sipil:FTSP,2014.Text