// <![CDATA[PENGARUH PEMANFAATAN ABU VULKANIK TERHADAP DOSIS SUPERPLASTICIZER DALAM SELF COMPACTING CONCRETE]]> TITO PANDU SETYOLAKSONO / 222007099 Dosen Pembimbing 1 Bernardinus Herbudiman, S.T., M.T
Indonesia berada dalam garis Ring Of Fire yaitu dimana banyak memiliki gunung berapi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Letusan gunung berapi menghasilkan keluarnya lahar dan abu vulkanik dan hal itu yang membuat banyaknya limbah abu vulkanik akibat erupsi gunung berapi. Salah satu cara memanfaatkan limbah abu vulkanik adalah dengan cara pemanfaatan abu vulkanik sebagai bahan pembuatan campuran beton pada self compacting concrete. Untuk menghasilkan self compacting concrete dengan biaya murah dilakukan usaha sebagai berikut: 1) pembatasan ukuran agregat maksimum sebesar 20 mm; 2) menentukan komposisi campuran acuan; 3) penambahan abu vulkanik sebesar 10%, 20% dan 30% dari berat agregat keseluruhan; 4) penambahan pemakaian superplasticizer 1,3%, 1,4% dan 1,5% dari berat semen. Benda uji yang digunakan adalah silinder berdiameter 10 cm dengan tinggi 20 cm. Pengujian pada beton segar yaitu slump flow, dan pada beton keras yaitu kuat tekan beton. Nilai slump flow dan kuat tekan beton pada komposisi campuran acuan adalah 645 mm dan 24,44 MPa, dengan penambahan abu vulkanik 10%, 20%, 30%, dan superplasticizer 1,5% nilai slump flow mengalami penurunan sebesar 1,55%, 14,73% dan 32,56% dari komposisi campuran acuan. Nilai kuat tekan beton mengalami penurunan terhadap kuat tekan prediksi. Untuk komposisi beton acuan sebesar 38,9%, sedangkan untuk beton dengan komposisi penambahan abu vulkanik 10%, 20%, dan 30% berturut – turut adalah 9,09%, 16,88%, dan 46,8%.