// <![CDATA[RANCANGAN TEBAL LAPIS TAMBAH PERKERASAN LENTUR LANDAS PACU BANDARA SULTAN MAHMUD BADARUDDIN II PALEMBANG]]> Ahmad Wahid / 222010085 Dosen Pembimbing 1 Ir. Silvia Sukirman Barkah Wahyu Widianto, S.T., M.T.
Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang menjadi salah satu tempat embakarsi haji dan untuk mengatasi penyelenggaraan haji tersebut dioperasikan pesawat B747-400ER. Berkaitan dengan hal itu maka perkerasan landas pacu perlu dirancang tebal lapis tambah sesuai dengan beban pesawat akibat B747-400ER. Dalam analisis ini metode yang digunakan adalah metode Federal Aviation Administration (FAA) Amerika. FAA mengeluarkan peraturan perancangan tebal perkerasan yaitu: Advisory Circular (AC) No.150/5320/6D yang menggunakan cara manual dan Advisory Circular (AC) No.150/5320/6E yang menggunakan software Federal Aviation Administration Rigid and Flexible Iterative Elastic Layered Design (FAARFIELD). Data yang didapat berupa data sekunder pada tahun 2013 yang didapat dari PT. Angkasa Pura II dan Ditjen Perhubungan Udara. Kondisi eksisting perkerasan ketika diberi lapis tambah diasumsikan dalam kondisi baik. Hasil yang diperoleh pada rancangan tersebut adalah, tebal lapis tambah sebesar 1,1 cm dari perhitungan manual sedangkan menggunakan software diperoleh tebal lapis tambah sebesar 5,08 cm. Cara manual, momogram yang tersedia tidak untuk pesawat dengan MTOW > 178.037 lbs sehingga pada saat menggunakan nomogram, MTOW rencana diasumsikan menjadi 178.037 lbs sedangkan program FAARFIELD telah memfasilitasi kekurangan itu. Jenis perkerasan lapis tambah yang digunakan adalah Hot Mix Asphalt (HMA).