// <![CDATA[ANALISIS FINANSIAL PROYEK JALAN TOL BALIKPAPAN-SAMARINDA]]> Indra Satya Ruswandi / 222009109 Dosen Pembimbing 1 Dr. Dwi Prasetyanto, Ir., M.T. 0405117001 - Emma Akmalah, S.T., M.T., Ph.D.
Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi terbesar dan provinsi paling berkembang di Pulau Kalimantan. Sumber daya alam yang dimilikinya sebagian besar diekspor keluar negeri, sehingga Provinsi Kalimantan Timur menjadi penghasil devisa utama bagi negara khususnya dari sektor pertambangan dan kehutanan. Kegiatan ekonomi tersebut menimbulkan peningkatan pergerakan manusia dan barang serta mendorong pemerintah untuk membangun infrastruktur prasarana jalan sehingga dapat meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas pengguna jalan. Maka dari itu, pemerintah akan membangun jalan tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 84 km. Pada tahun 2007 PT. Nusvey telah menganalisis kelayakan secara ekonomi maupun finansial pada proyek tersebut yang menyebutkan bahwa proyek pembangunan jalan tol Balikpapan- Samarinda layak dilaksanakan secara ekonomi tetapi tidak layak secara finansial dengan nilai Financial Net Present Value sebesar-3.912.262,73 juta rupiah dan Financial Internal Rate of Return sebesar 5,62% Dalam menganalisis finansial ada beberapa aspek yang harus dikaji ulang untuk mengetahui kembali hasil analisis yang telah dilakukan. Aspek tersebut adalah tingkat suku bunga pinjaman, pendapatan yang diterima dan biaya pembangunan yang ditanggung pemerintah. Analisis finasial dilakukan dengan dua parameter yaitu Financial Net Present Value dan Financial Internal Rate of Return serta dilakukan sepuluh jenis skema pembiayaan. Dari hasil analisis, secara aspek finansial proyek pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda tidak layak untuk dilakukan karena memiliki nilai yang rendah. Dengan parameter Financial Net Present Value dan Financial Internal Rate of Return nilai tersebut secara berturut sebesar -992.869,68 juta rupiah dan 9,78%. Meski secara keuangan tidak layak, tetapi ruas jalan tol ini dapat memberikan nilai manfaat secara ekonomi terhadap kawasan di sekitar trase tol terutama pada sektor industri dan properti.