// <![CDATA[ANALISIS PANJANG DAN GEOMETRIK LANDAS PACU BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN MAHMUD BADARUDDIN II PALEMBANG UNTUK PELAYANAN PESAWAT B747-400ER]]> WILLY BANESA PUTRA / 222009105 Dosen Pembimbing 1 Silvia Sukirman, Ir. 0418068703 - Barkah Wahyu Widanto, S.T., M.T.
Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang merupakan salah satu bandara sibuk di Indonesia. Dari data statistik PT. Angkasa Pura II diperoleh bahwa pergerakan jumlah pesawat internasional sebanyak 990 pesawat dan pesawat domestik sebanyak 19.807 pesawat selama tahun 2012. [Data Statistik PT.Angkasa Pura II]. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama nomor 283/2004 bersama Menteri Perhubungan nomor KM 67/2004 tentang penyelenggaraan haji. Salah satu bandara embarkasi haji dalam tahap pengembangan adalah Bandara Interanasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Surat keputusan bersama ini memberikan alternatif baru tentang penggunaan tipe pesawat yang dapat mengangkut peserta haji, yaitu jenis Boeing 747-400ER atau sejenisnya. (Putri,2011) Berkaitan dengan peningkatan jenis pesawat yang akan landing dan take off di bandara tersebut. Hasil analisis diperoleh bahwa kode acuan bandara eksisting adalah 4D/IV, dengan menggunakan pesawat rencana B747-400ER kode acuan bandara menjadi 4E/V. Setelah dikoreksi dengan kondisi lingkungan bandara, untuk panjang landas pacu kondisi MTOW yang dibutuhkan adalah 3662,57 m ≈ 3670 m. Berdasarkan kode acuan bandara 4E/V, geometrik yang dianalisis antara lain, lebar bahu landas pacu dari 7,5 m menjadi 10,5 m, lebar stopway dari 60 m menjadi 66 m. Pesawat rencana B747-400ER dapat melakukan take off pada landas pacu eksisting dengan pengurangan beban sebesar 27.770 Kg atau 6,73% dari MTOW.