// <![CDATA[PENGARUH BEBAN BERLEBIH TERHADAP TEBAL PERKERASAN KAKU METODE DEPKIMPRASWIL 2003]]> Muhamad Iqbal / 222010082 Dosen Pembimbing 1 Dr. Ir. Dwi Prasetyanto, MT.
Jalan Pantai Utara merupakan jalan penghubung antar provinsi di Pulau Jawa yang dimulai dari Sumatera, Jawa sampai Bali. Jalan ini memberikan sumbangan yang besar terhadap perkembangan ekonomi di wilayah tersebut. Ruas jalan Pantai Utara umumnya menggunakan jenis perkerasan kaku, jenis perkerasan ini dipilih karena perkerasan kaku cocok digunakan untuk jalan dengan volume lalulintas yang tinggi serta didominasi oleh kendaraan berat. Kelebihan muatan sering terjadi pada ruas jalan Pantai Utara, hal ini berdampak terhadap kondisi fisik jalan. Semakin besar beban kendaraan yang melintas maka akan semakin tebal perkerasan yang dibutuhkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tebal perkerasan kaku yang dibutuhkan akibat beban berlebih. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Depkimpraswil 2003. Untuk mengetahui pengaruh tebal perkerasan kaku akibat kelebihan beban maka dilakukan simulasi beban kendaraan, simulasi ini berdasarkan beban kendaraan yang naik bertahap setiap 25% hingga mencapai 100%. Hasil yang didapat memperlihatkan bahwa tebal perkerasan kaku mengalami kenaikan sebesar 2 cm - 5 cm. Tebal perkerasan paling kritis terjadi saat beban kendaraan naik dari 50% ke 75% yaitu setebal 5 cm.