PENGARUH BEBAN BERLEBIH TERHADAP TEBAL PERKERASAN KAKU METODE DEPKIMPRASWIL 2003
Jalan Pantai Utara merupakan jalan penghubung antar provinsi di Pulau Jawa
yang dimulai dari Sumatera, Jawa sampai Bali. Jalan ini memberikan sumbangan
yang besar terhadap perkembangan ekonomi di wilayah tersebut. Ruas jalan
Pantai Utara umumnya menggunakan jenis perkerasan kaku, jenis perkerasan ini
dipilih karena perkerasan kaku cocok digunakan untuk jalan dengan volume lalulintas
yang tinggi serta didominasi oleh kendaraan berat.
Kelebihan muatan sering terjadi pada ruas jalan Pantai Utara, hal ini berdampak
terhadap kondisi fisik jalan. Semakin besar beban kendaraan yang melintas maka
akan semakin tebal perkerasan yang dibutuhkan.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tebal perkerasan kaku
yang dibutuhkan akibat beban berlebih. Metode yang digunakan pada penelitian
ini adalah metode Depkimpraswil 2003. Untuk mengetahui pengaruh tebal
perkerasan kaku akibat kelebihan beban maka dilakukan simulasi beban
kendaraan, simulasi ini berdasarkan beban kendaraan yang naik bertahap setiap
25% hingga mencapai 100%. Hasil yang didapat memperlihatkan bahwa tebal
perkerasan kaku mengalami kenaikan sebesar 2 cm - 5 cm. Tebal perkerasan
paling kritis terjadi saat beban kendaraan naik dari 50% ke 75% yaitu setebal 5
cm.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2014).PENGARUH BEBAN BERLEBIH TERHADAP TEBAL PERKERASAN KAKU METODE DEPKIMPRASWIL 2003 ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.PENGARUH BEBAN BERLEBIH TERHADAP TEBAL PERKERASAN KAKU METODE DEPKIMPRASWIL 2003 ().Teknik Sipil:FTSP,2014.Text
MLA Style
.PENGARUH BEBAN BERLEBIH TERHADAP TEBAL PERKERASAN KAKU METODE DEPKIMPRASWIL 2003 ().Teknik Sipil:FTSP,2014.Text
Turabian Style
.PENGARUH BEBAN BERLEBIH TERHADAP TEBAL PERKERASAN KAKU METODE DEPKIMPRASWIL 2003 ().Teknik Sipil:FTSP,2014.Text