// <![CDATA[STUDI PERENCANAAN TEBAL LAPIS TAMBAH DI ATAS PERKERASAN KAKU]]> Satrio Suryo Wibowo / 222010090 Dosen Pembimbing 1 Dr. Dwi Prasetyanto, Ir., M.T.
Setelah umur rencana dari perkerasan telah tercapai, maka perlu dilakukan penambahan lapis perkerasan yang bertujuan untuk mengembalikan kekuatan struktural perkerasan. Jenis perkerasan yang digunakan di dalam penelitian ini adalah perkerasan kaku. Perhitungan tebal lapis tambah yang berupa lapis kaku ini menggunakan metode Depkimpraswil 2003. Data yang digunakan berupa data asumsi, meliputi lalu lintas harian rata-rata, CBR tanah dasar, pertumbuhan lalu lintas, umur rencana, modulus reaksi perkerasan lama dan kuat tarik lentur beton. Untuk data berat sumbu kendaraan, menggunakan data dari surat edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat nomor SE/02/AJ.108/DRJD/2008. Perhitungan tebal lapis ini dibagi menjadi dua skenario, yaitu tebal lapis tambah dengan lapis pemisah dan tanpa lapis pemisah. Hasil perhitungan tebal lapis tambah untuk kedua skenario tersebut berturut-turut adalah 16 cm dan 13 cm. Dari hasil perhitungan didapat tebal lapis tambah dengan lapis pemisah lebih tebal dari lapis tambah tanpa lapis pemisah. Lapis pemisah dimaksudkan untuk memberi daya dukung yang seragam pada lapis tambah serta juga untuk mencegah refleksi penyebaran retak dari lapis perkerasan lama. Berdasarkan metode Depkimpraswil 2003, apabila hasil perhitungan tebal lapis tambah dibawah tebal minimum maka dipakai tebal minimum sebagai tebal lapis tambah.