// <![CDATA[MODEL KELEMBAGAAN PENGELOLAAN SISTEM DRAINASE BERKELANJUTAN DALAM RANGKA MITIGASI BENCANA BANJIR]]> IKA WIDI PURWANTI / 222010045 Dosen Pembimbing 1 0405117001 - Emma Akmalah, S.T., M.T., Ph.D. Nursetiawan, Ph.D
Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di Jawa Barat sekaligus merupakan Ibu Kota Provinsi tersebut yang memiliki jumlah penduduk yang besar. Pertumbuhan penduduk yang cepat melampaui kemampuan pemerintah kota dalam menyediakan prasarana dasar yang dibutuhkan dan mengakibatkan lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Oleh karena ruang terbuka hijau di Kota Bandung terus berkurang, maka limpasan air permukaan tidak dapat terkendali dengan baik sehingga menimbulkan banjir. Di sisi lain, cadangan air tanah pada saat musim kemarau terus berkurang dikarenakan Kota Bandung masih menerapkan sistem drainase konvensional. Oleh karena itu, diperlukan metode penanganan banjir dengan metode penanganan air permukaan dengan sistem drainase berkelanjutan. Prinsip dari metode ini adalah mengendalikan air permukaan yang dapat digunakan sebagai sumber air baku. Selain masalah teknis tersebut, penyebab terjadinya banjir juga terletak pada masalah sosial dan kelembagaan. Pada saat ini, pengelolaan drainase di Kota Bandung belum efektif sehingga masalah banjir tidak tertangani dengan baik. Penelitian ini mempelajari model-model pengelolaan sistem drainase di beberapa negara maju seperti Inggris, Singapura, dan Belanda. Dengan berpedoman pada sistem kelembagaan pemerintah di negara-negara tersebut, diharapkan kota Bandung dapat mengelola sistem drainasenya dengan baik dan berkelanjutan. Pada penelitian ini diusulkan suatu model baru agar sistem pengelolaan drainase di Kota Bandung dapat terorganisir secara lebih baik dan efektif.