// <![CDATA[ANALISIS KONSOLIDASI DENGAN PVD UNTUK KONDISI AXISYMMETRIC DAN BEBERAPA METODE EKUIVALENSI PLANE STRAIN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA]]> Sherly Meiwa / 222010081 Dosen Pembimbing 1 Dr. Imam Aschuri, Ir., MT Dr. Yuki Achmad Yakin, ST., MT.
Penurunan pada konstruksi akibat proses konsolidasi tanah merupakan salah satu aspek penting dalam ilmu geoteknik terutama pada lapisan tanah kohesif lunak. Proses konsolidasi adalah suatu proses terdisipasinya air pori terhadap fungsi waktu. Tanah lempung lunak memiliki kompressibilitas yang tinggi dan koefisien permeabilitas rendah. Pada tanah lempung lunak terjadi penurunan yang cukup besar dan waktu konsolidasi tanah berlangsung lama sehingga perlu adanya perbaikan tanah. Salah satu metoda perbaikan tanah adalah PVD yang dikombinasikan dengan preloading. PVD berfungsi untuk memperpendek lintasan air pori dari dalam tanah sedangkan preloading mempercepat terjadinya penurunan dengan pemberian beban di awal. Konsolidasi yang terjadi dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui besarnya penurunan dan waktu konsolidasi yang terjadi di lapangan. PLAXIS 2D merupakan program pemodelan berdasarkan metode elemen hingga untuk menganalisis besarnya pengaruh konsolidasi ini. Model struktur PVD dimodelkan 2D dalam satu titik dengan axisymmetric. Agar mendekati hasil perhitungan model struktur perlu dimodelkan dalam banyak titik (multi drain) dengan model plane strain. Namun perlu dilakukan ekuivalensi model plane strain terhadap axisymmetric. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis beberapa teori ekuivalensi terhadap variasi kondisi tanah dan PVD. Teori-teori yang akan dibandingkan adalah teori Hird, Indraratna, dan Chai. Perbedaan besar penurunan, waktu konsolidasi, dan tekanan air pori akan dianalisis untuk mengetahui nilai yang paling mendekati dengan model axisymmetric. Selanjutnya penelitian dilakukan menggunakan PLAXIS 2012 untuk mengetahui analisis teori ekuivalensi plane strain. Analisis PVD dilakukan dalam bentuk single drain model axisymmetric dan plane strain dengan PLAXIS 2D. Analisis dilakukan pada kondisi tanah 1 lapis dan 2 lapis, PVD dengan smear dan tanpa smear, serta kondisi aliran single drainage dan double drainage. Hasil analisis menunjukkan bahwa teori Indraratna memiliki hasil yang paling mendekati axisymmetric dalam berbagai vairasi kondisi tanah dan PVD. Hird dan Chai juga menunjukkan hasil yang mendekati tetapi dalam kondisi tertentu.