PERHITUNGAN KETERSEDIAAN AIR MENGGUNAKAN MODEL TANGKI DAN NRECA
Ketepatan suatu hasli perhitungan potensi air sangat tergantung pada kelengkapan data pengamatan debit aliran. Metode yang sebaiknya ditempuh dalam memperkirakan potensi air adalah berdasarkan dapa debit berperiode panjang. Untuk menunjang fenomena ini pemantauan data debit aliran memegang peranan penting dalam perhitungan ketersediaan air.
Untuk memperkirakan potensi air yang tidak punya data debit periode panhang bukan berarti tidak bisa dilaksanakan, mengingat data curah hujan relatif lebih mudah didapat dalam periode panjang.
Oleh karena itu untuk kepentingan pemanfaatan dari aliran sungai tersebut diperlukan suatu konsepsi atau analisa yang bisa diandalkan dengan memanfaatkan data aliran yang terbatas:
Melalui sebuah struktur yang sederhana Model Tangki secara luas dipergunakan untuk perkiraan limpasan dari curah hujan.
Model tangki yang diperkenalkan oleh seorang ahli hidrologi berkebangsaan Jepang tahun 1954 yang bernama Sugawara. Nreca yang tujuan utamanya untuk perkiraan limpasan di perkenalkan oleh Norman H. Cranford.
Kedua metode dicoba disatukan dalam Kapita Selekta ini untuk mendapatkan suatu model yang sederhana dan mudah.
Keandalan hasil perhitungan ini bergantung pada banyak faktor baik yang terkandung dalam parameter model maupun hasil korelasi antara data debit dan curah hujan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (1987).PERHITUNGAN KETERSEDIAAN AIR MENGGUNAKAN MODEL TANGKI DAN NRECA ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.PERHITUNGAN KETERSEDIAAN AIR MENGGUNAKAN MODEL TANGKI DAN NRECA ().Teknik Sipil:FTSP,1987.Text
MLA Style
.PERHITUNGAN KETERSEDIAAN AIR MENGGUNAKAN MODEL TANGKI DAN NRECA ().Teknik Sipil:FTSP,1987.Text
Turabian Style
.PERHITUNGAN KETERSEDIAAN AIR MENGGUNAKAN MODEL TANGKI DAN NRECA ().Teknik Sipil:FTSP,1987.Text