TINJAUAN TERHADAP PENGOLAHAN ASBUTON CAMPURAN PANAS PADA ASPHALT MIXING PLANT
Asbuton merupakan aspal alam yang terdapat di Pulau Buton Sulawesi Tenggara. Dalam penggunaannya dapat digunakan sebagai bahan perkerasan jalan secara campuran panas dan dingin serta dapat berfungsi sebagai sebagai lapisan permukaan, lapisan pondasi bawah atau lapisan penutup.
Asbuton terjadi karena proses alamiah dimana bitumen bercampur dengan mineral. Kadar bitumen dalam asbuton bervariasi antara 10%-35%, ukuran butirannya bervariasi dari yang bongkahan besar sampai ukuran pasir tetapi yang digunakan untuk lapisan perkerasan jalan adalah dengan ukuran maksimal saringan diameter 12,7 mm.
Tujuan utama dari Tugas Akhir ini adalah meninjau pengolahan asbuton campuran panas melalui parameter Marshall sebagai alternatif bahan perkerasan yang baik dalam segi kwantitas, serta jenis Asphalt Mixing Plant yang paling cocok untuk pengolahan asbuton.
Pada tugas akhir ini data-data yang dipergunakan adalah hasil penelitian asbuton B.16, B.20, B.25 dan B.30. Agregat yang digunakan adalah agregat ukuran maximum 3/4”. Pemadatan benda uji Marshal dilaksanakan dengan 2x75 tumbukan. Dari hasil analisis terhadap campuran asbuton-agregat panas, menghasilkan perbedaan yang nyata pada nilai-nilai stabilitas, kepadatan (density), kelelehan plastis (flow), berat isi dan rongga udara.
Detail Information
Citation
APA Style
. (1999).TINJAUAN TERHADAP PENGOLAHAN ASBUTON CAMPURAN PANAS PADA ASPHALT MIXING PLANT ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.TINJAUAN TERHADAP PENGOLAHAN ASBUTON CAMPURAN PANAS PADA ASPHALT MIXING PLANT ().Teknik Sipil:FTSP,1999.Text
MLA Style
.TINJAUAN TERHADAP PENGOLAHAN ASBUTON CAMPURAN PANAS PADA ASPHALT MIXING PLANT ().Teknik Sipil:FTSP,1999.Text
Turabian Style
.TINJAUAN TERHADAP PENGOLAHAN ASBUTON CAMPURAN PANAS PADA ASPHALT MIXING PLANT ().Teknik Sipil:FTSP,1999.Text