TAMAN BERTEMA SENI VISUAL DARI MUSIK DUBSTEP DI SENAYAN
Perkembangan teknologi sangat mempengaruhi dunia seni visual dan juga musik moderen sehingga mengalami banyak perubahan yang pesat. Jakarta yang menjadi ibukota pun tak luput dari perkembangan teknologi dan gaya hidup moderen. Berkembangnya teknologi dapat juga membuat manusia menjadi makluk yang anti-sosial karena sudah mulai disibukan dengan dunia maya yang murah, lengkap dan juga luas. Melihat perkembangan tersebut maka untuk mengembalikan manusia menjadi makhluk sosial harus terdapat suatu wadah yang bisa menjadi sarana untuk manusia bersosialisasi dengan orang lain secara langsung dengan wawasan musik dan seni visual. Karena hampir semua orang menyukai musik dan juga visual, sehingga kedua hal tersebut dapat menjembatani para penggemarnya untuk dapat berkumpul, berekreasi, dan bisa memberi inspirasi mengenai hal tersebut. Untuk itu, dengan dibangun kembalinya theme park di lokasi Taman Ria Senayan ini, diharapkan dapat menjadi sarana hiburan dan juga pendidikan berwawasan perpaduan seni visual dan salah satu musik moderen (dubstep), sehingga area ini dapat “hidup” kembali menjadi tempat rekreasi dengan konsep baru yang diminati banyak kalangan serta menjadi tempat bersosialisasi yang mudah diakses dan dikenal luas.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2014).TAMAN BERTEMA SENI VISUAL DARI MUSIK DUBSTEP DI SENAYAN ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.TAMAN BERTEMA SENI VISUAL DARI MUSIK DUBSTEP DI SENAYAN ().Arsitektur:FTSP,2014.Text
MLA Style
.TAMAN BERTEMA SENI VISUAL DARI MUSIK DUBSTEP DI SENAYAN ().Arsitektur:FTSP,2014.Text
Turabian Style
.TAMAN BERTEMA SENI VISUAL DARI MUSIK DUBSTEP DI SENAYAN ().Arsitektur:FTSP,2014.Text