// <![CDATA[ANALISA PUNTIR PADA BALOK I]]> MANANTI PASARIBU / 2288707 Dosen Pembimbing 1 Ir. Hannis Burhan
Balok umumnya dipandang sebagai batang yang terutama memikul beban gravitasi transversal. Pada beberapa keadaan pembebanan, balok dapat mengalami beban puntir (torsional) yang mengakibatkan penampang mengalami perubahan bentuk keluar bidang (warping) disamping mengalami rotasi. Pada batang baja struktural balok I, perubahan bentuk keluar bidang ini merupakan melenturnya sayap ke samping dan menyebabkan timbulnya tegangan normal (tekan/tarik) serta tegangan geser pada sayap. Sedangkan pengaruh rotasi menimbulkan tegangan geser. Distribusi momen puntir yang mengakibatkan rotasi maupun dan pemilinan dicari dengan menggunakan persamaan differensial. Namun karena penggunaan persamaan differensial ini cukup rumit dan banyak menyita waktu, maka dalam perencanaan balok I yang menyertakan momen puntir, sering dilakukan dengan menggunakan cara pendekatan yaitu analogi antara puntir dan lentur umum. Hasil hitungan dengan cara analogi memberikan taksiran tegangan normal yang berlebihan. Dalam perencanaan praktis, pengaruh puntir yang terpenting adalah tegangan normal akibat pemilinan, sedangkan kontribusi tegangan geser biasanya tidak berpengaruh.