STUDI PERBANDINGAN NILAI ATTERBERG PADA TANAH LEMPUNG TERHADAP WAKTU PERENDAMAN DAN SIKLUS IKLIM
Indonesia merupakan negara yang terdiri dari dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Perbedaan Musim itu sangat berpengaruh terhadap sifat dan klasifikasi tanah. Oleh karena itu maka dilakukan penelitian mengenai "STUDI PERBANDINGAN NILAI ATTERBERG PADA TANAH LEMPUNG TERHADAP WAKTU PERENDAMAN DAN SIKLUS IKLIM" (Studi Laboratorium). Maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan batas-batas atterberg yaitu batas cair, batas plastis dan batas susut pada tanah lempung terhadap waktu perendaman dan siklus iklim di beberapa daerah Jawa Barat, agar dapat mengetahui jenis, sifat dan klasifikasi tanah. Dalamp penelitian ini contoh tanah dimodelkan mengalami siklus musim seperti di lndonesia dengan cara melakukan proses pembasahan/perendaman dan pengeringan terhadap contoh tanah secara periodik. Adapun proses perendaman dilakukan dengan merendam contoh tanah, dengan waktu perendaman sampai dengan 13 hari. Sedangkan untuk proses siklus iklim dilakukan dengan beberapa proses, yaitu proses pembasahan yang dilakukan dengan merendam sampel tanah selama 24 jam kemudian dikeringkan dengan pengeringan udara terbuka. Proses selanjutnya dilakukan dengan cara merendam kembali contoh tanah tersebut selama 24 jam dan setelah itu dikeringkan kembali. Pengulangan proses ini dilakukan sampai tiga siklus. Sebagai data penunjang dalam penelitian ini dilakukan juga beberapa pengujian, yaitu : Uji Kadar Air, Uji Berat Jenis Isi Tanah, Uji Berat Jenis, Uji Analisa
Saringan dan Uji Hidrometer yang pada pelaksanaannya menggunakan contoh tanah dari 3 lokasi yang berbeda yaitu: Sapan, Plered, Kopo. Dari hasil penelitian ini diperoleh Indeks Plastisitas (lP) tanah asli daerah
Plered 33,9%, Kopo 34,76% dan Sapan 51,76%. Dari ketiga contoh tanah maka dapat diklasifikasikan sebagai berikut : tanah daerah Sapan dan Kopo termasuk dalam klasifikasi kelompok MH (tanah lanau an organik), OH (tanah lempung organik dengan plastisitas sedang sampai tinggi. Dan untuk daerah Plered termasuk klasifikasi CH (Lempung anorganik dengan plastisitas tinggi).
Detail Information
Citation
APA Style
. (1997).STUDI PERBANDINGAN NILAI ATTERBERG PADA TANAH LEMPUNG TERHADAP WAKTU PERENDAMAN DAN SIKLUS IKLIM ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.STUDI PERBANDINGAN NILAI ATTERBERG PADA TANAH LEMPUNG TERHADAP WAKTU PERENDAMAN DAN SIKLUS IKLIM ().Teknik Sipil:FTSP,1997.Text
MLA Style
.STUDI PERBANDINGAN NILAI ATTERBERG PADA TANAH LEMPUNG TERHADAP WAKTU PERENDAMAN DAN SIKLUS IKLIM ().Teknik Sipil:FTSP,1997.Text
Turabian Style
.STUDI PERBANDINGAN NILAI ATTERBERG PADA TANAH LEMPUNG TERHADAP WAKTU PERENDAMAN DAN SIKLUS IKLIM ().Teknik Sipil:FTSP,1997.Text