PENGKAJIAN TATA AIR LAHAN RAWA GAMBUT YANG DIPENGARUHI PASANG SURUT
Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk, maka penyusutan lahan-lahan subur di pulau Jawa untuk berbagai keperluan pembangunan non-pertanian tidak dapat dihindarkan. Ironinya pertambahan lahan sebagai lahan bukan baru yang ada di luar Jawa dalam sepuluh tahun terakhir hanya mencapai 0,1 juta ha. Oleh karena itu, pemanfaatan dan pembukaan lahan-lahan baru, diantaranya lahan 1 juta hektar lahan gambut di Kalimantan Tengah ditujukan terutama untuk sentra produksi padi. Lahan gambut merupakan lahan yang potensial untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian, tetapi perlu disadari bahwa kendala fisik utama yang ada diantaranya adalah kesuburan tanah yang rendah dan kemasaman yang tinggi. Untuk memecahkan kendala yang timbul, maka kunci keberhasilan pengembangan pertanian di lahan gambut adalah dengan pengaturan/pengelolaan sistem tata air secara tepat.
Detail Information
Citation
APA Style
. (1998).PENGKAJIAN TATA AIR LAHAN RAWA GAMBUT YANG DIPENGARUHI PASANG SURUT ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.PENGKAJIAN TATA AIR LAHAN RAWA GAMBUT YANG DIPENGARUHI PASANG SURUT ().Teknik Sipil:FTSP,1998.Text
MLA Style
.PENGKAJIAN TATA AIR LAHAN RAWA GAMBUT YANG DIPENGARUHI PASANG SURUT ().Teknik Sipil:FTSP,1998.Text
Turabian Style
.PENGKAJIAN TATA AIR LAHAN RAWA GAMBUT YANG DIPENGARUHI PASANG SURUT ().Teknik Sipil:FTSP,1998.Text