// <![CDATA[SMESCO ANGKLUNG MUSICAL ARTS CENTER]]> Rachmat Kurnia / 212010026 Dosen Pembimbing 1 Theresia Pynkyawati, Ir., MT. Mamiek Nur Utami, Ir., MM. JURUSAN
Kawasan SMESCO yang terletak di Jl. Jend. Gatot Subroto ini memiliki daya magnet tersendiri akan menjaga kelestarian kebudayaan nusantara yang begitu banyak yang sudah mulai tergser sedikit demi sedikit. Kebudayaan tidak hanya berbentuk sebuah barang yang hanya bisa diletakan untuk dilihat, tetapi bisa juga dimainkan dan dinikmati keindahannya sebagai salah satu bentuk apresiasi akan budaya tradisional. Keberadaan gedung pagelaran seni di kawasan SMESCO ini menjadi daya tambah untuk upaya meningkatkan kelestarian budaya kesenian nusantara kita. Tidak hanya untuk orang-orang yang sudah mengetahui kesenian saja, bagi orang-orang yang belum mengetahui pun bisa mengunjungi untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang kebudayaan tradisional nusantara. Perancangan gedung pagelaran seni pada dasarnya harus dapat memberikan berbagai aspek yang berhubungan dengan kesenian baik berupa fisik maupun tidak. Selain itu, faktor internal seperti fasilitas alatnya, ruangann dan media pendukung yang dimiliki harus memberikan kesab nyaman. Penataan ruang dalam dan ruang luar pada suatu gedung pagelaran seni akan dibuat tanpa memperhatikan kondisi psikologis pengunjung melainkan menata sesuai dengan ciri khas suatu daerah maupun suatu kondisi yang mendukung pada karakteristik seni tersebut. Maka dari itu pendekatan perancangan Gedung Pagelaran Seni musik angklung ini menerapkan konsep kontemporer yang ditekankan terhadap pengolahan landscape, aspek bangunan modern, dan pemilihan material yang memiliki khas tradisional yang bisa digunakan sebagai tekstur khas seperti lapisan bamboo yang tersusun menjadi suatu papan