SMESCO ANGKLUNG MUSICAL ARTS CENTER
Kawasan SMESCO yang terletak di Jl. Jend. Gatot Subroto ini memiliki
daya magnet tersendiri akan menjaga kelestarian kebudayaan nusantara yang
begitu banyak yang sudah mulai tergser sedikit demi sedikit. Kebudayaan tidak
hanya berbentuk sebuah barang yang hanya bisa diletakan untuk dilihat, tetapi
bisa juga dimainkan dan dinikmati keindahannya sebagai salah satu bentuk
apresiasi akan budaya tradisional.
Keberadaan gedung pagelaran seni di kawasan SMESCO ini menjadi
daya tambah untuk upaya meningkatkan kelestarian budaya kesenian nusantara
kita. Tidak hanya untuk orang-orang yang sudah mengetahui kesenian saja, bagi
orang-orang yang belum mengetahui pun bisa mengunjungi untuk menambah
wawasan dan ilmu pengetahuan tentang kebudayaan tradisional nusantara.
Perancangan gedung pagelaran seni pada dasarnya harus dapat
memberikan berbagai aspek yang berhubungan dengan kesenian baik berupa
fisik maupun tidak. Selain itu, faktor internal seperti fasilitas alatnya, ruangann
dan media pendukung yang dimiliki harus memberikan kesab nyaman.
Penataan ruang dalam dan ruang luar pada suatu gedung pagelaran seni
akan dibuat tanpa memperhatikan kondisi psikologis pengunjung melainkan
menata sesuai dengan ciri khas suatu daerah maupun suatu kondisi yang
mendukung pada karakteristik seni tersebut.
Maka dari itu pendekatan perancangan Gedung Pagelaran Seni musik
angklung ini menerapkan konsep kontemporer yang ditekankan terhadap
pengolahan landscape, aspek bangunan modern, dan pemilihan material yang
memiliki khas tradisional yang bisa digunakan sebagai tekstur khas seperti
lapisan bamboo yang tersusun menjadi suatu papan
Detail Information
Citation
APA Style
. (2014).SMESCO ANGKLUNG MUSICAL ARTS CENTER ().Arsitektur:FTSP
Chicago Style
.SMESCO ANGKLUNG MUSICAL ARTS CENTER ().Arsitektur:FTSP,2014.Text
MLA Style
.SMESCO ANGKLUNG MUSICAL ARTS CENTER ().Arsitektur:FTSP,2014.Text
Turabian Style
.SMESCO ANGKLUNG MUSICAL ARTS CENTER ().Arsitektur:FTSP,2014.Text