PERENCANAAN LUAS LAHAN DAN SISTEM PEMBAGIAN AIR DI SINDANGBARANG KABUPATEN CIANJUR JAWA BARAT
Areal Daerah Irigasi Sindangbarang yang memanjang sepanjang sungai Cisadea saat ini diklasifikasikan dalam jaringan irigasi sederhana. Hal tersebut didasarkan bangunan untuk menaikkan taraf muka air menggunakan tumpukan batu ( free intake ) serta tidak adanya alat pengukur aliran pada setiap bangunan bagi.
Bertambahnya jumlah penduduk merupakan salah satu faktor ditingkatkannya daerah irigasi tersebut menjadi jaringan irigasi teknis. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian daerah. Lahan Daerah Irigasi Sindangbarang merupakan sawah tadah hujan yaitu awal waktu penanaman padi masih mengandalkan hujan. Produksi padi dalam satu kali panen sebanyak 5 ton per hektar dan dalam satu tahun terjadi dua kali Panen.
Setelah dilakukan perhitungan kebutuhan air, debit andalan sungai dan luas areal minimum persawahan yang dapat diairi, maka luas sawah 575 ha yang telah ada dapat terpenuhi kebutuhan airnya. Dari perhitungan luas areal irigasi minimum yang terairi diambil luas untuk padi rendeng pada alternatif III seluas 3451 ha, karena dilihat dari segi ekonomisnya harga padi rendeng di pasar lebih menguntungkan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (1998).PERENCANAAN LUAS LAHAN DAN SISTEM PEMBAGIAN AIR DI SINDANGBARANG KABUPATEN CIANJUR JAWA BARAT ().Teknik Sipil:FTSP
Chicago Style
.PERENCANAAN LUAS LAHAN DAN SISTEM PEMBAGIAN AIR DI SINDANGBARANG KABUPATEN CIANJUR JAWA BARAT ().Teknik Sipil:FTSP,1998.Text
MLA Style
.PERENCANAAN LUAS LAHAN DAN SISTEM PEMBAGIAN AIR DI SINDANGBARANG KABUPATEN CIANJUR JAWA BARAT ().Teknik Sipil:FTSP,1998.Text
Turabian Style
.PERENCANAAN LUAS LAHAN DAN SISTEM PEMBAGIAN AIR DI SINDANGBARANG KABUPATEN CIANJUR JAWA BARAT ().Teknik Sipil:FTSP,1998.Text