<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="561">
<titleInfo>
<title><![CDATA[NATIONAL TENUN MUSEUM (MUSEUM TENUN NASIONAL) :]]></title>
<subTitle><![CDATA[IMPLEMENTASI MOTIF TENUN PADA FASAD MUSEUM]]></subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Aldila Dwitia Putri / 212010106</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dwi Kustianingrum Ir., MT.</namePart>
<role><roleTerm type="text"></roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Eka Virdianti ST., MT.</namePart>
<role><roleTerm type="text"></roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Arsitektur]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTSP]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2014]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Masyarakat Indonesia gemar sekali berlibur dan menggunakan waktu luang untuk berpergian dengan keluarga. Tempat yang banyak dikunjungi adalah taman bermain, tempat perbelanjaan, dan tempat tempat santai yang tepat untuk berlibur. Jarang sekali situs bersejarah atau museum dikunjungi oleh masyarakat, Indonesia yang kaya akan cerita dan sumber budaya menjadi tidak menarik lagi di masa sekarang. Dengan adanya isu ini, perencanaan bangunan edukasi harus diseimbangkan dengan seni dan budaya. Solusi yang paling tepat adalah membangun bangunan komersil seni dan budaya agar bangunan dapat lebih menjual dan komunikatif. Tepatnya di Jakarta Selatan sebagai kawasan pusat bisnis dan diperkirakan akan banyak
pengunjung yang datang apabila rancangan desain bangunan museum dan benda yang dipamerkan menarik. Di Indonesia belum terdapat museum dengan skala nasional yang memproduksi langsung kain tenun dan dapat dipakai langsung untuk acara fashion show, maka Museum dinamakan National Tenun Museum. Tema yang diambil adalah Implementasi Motif Tenun pada Fasad Museum. Perancangan bangunan museum dengan tema tersebut menciptakan bangunan ikonik untuk daerah Jakarta Selatan khususnya bagi Jalan Gatot Subroto karena dirancang berbeda dari yang ada di Indonesia. Pada umumnya museum mempunyai fasad yang kurang menarik sehingga sedikit pengunjung yang datang. Hal itu dikarenakan banyaknya bangunan museum di Indonesia yang merupakan bangunan peninggalan jaman Belanda. Motif pada fasad tidak hanya sebagai unsur estetika tetapi berfungsi sebagai pencahayaan alami sehingga menimbulkan kesan ruang yang unik. National Tenun Museum ini dirancang memiliki dua massa bangunan dengan menyikapi lingkungan sekitarnya.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[bangunan komersil seni dan budaya, National Tenun ]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[834AR082014a]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[834AR082014a]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="21199" url="" path="/212010106_834AR.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[NATIONAL TENUN MUSEUM (MUSEUM TENUN NASIONAL) : IMPLEMENTASI MOTIF TENUN PADA FASAD MUSEUM]]></slims:digital_item>
<slims:digital_item id="21200" url="" path="/212010106_834AR.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[NATIONAL TENUN MUSEUM (MUSEUM TENUN NASIONAL) : IMPLEMENTASI MOTIF TENUN PADA FASAD MUSEUM]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[561]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-03-29 09:56:54]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-01-08 09:13:36]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>