// <![CDATA[STUDI PERBANDINGAN BESARNYA ANGKA EKIVALEN METODE AASHTO '93 DENGAN BINA MARGA '87]]> Silvia Sukirman, Ir. Sandy Harleyansyah - 222000129 Penulis
Tebal perkerasan jalan ditentukan oleh jenis kendaraan dan volume lalu lintas. Jenis kendaraan yang menggunakan jalan beraneka ragam, baik konfigurasi sumbu maupun beban sumbu. Oleh karena itu perlu adanya beban standar, sehingga semua beban lainnya dapat di ekivalensikan ke beban standar tersebut dengan menggunakan angka ekivalen (E). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan besarnya E metode AASHTO’93 dengan E Bina Marga’87 (SNI’89). E untuk sumbu tunggal dengan beban sumbu 25 ton, E Bina Marga’87 (SNI’89) < E metode AASHTO’93. E untuk sumbu ganda dan sumbu tripel dengan beban sumbu 45 ton, E Bina Marga’87 (SNI’89) < E metode AASHTO’93. Hasil uji statistik dengan metode dua pihak diperoleh untuk sumbu tunggal, E Bina Marga’87 (SNI’89) tidak berbeda dengan E AASHTO’93 kecuali IPt 2.0 untuk SN = 1, SN = 2, dan IPt = 3.0 untuk SN > SN = 4, hasilnya berbeda. Sumbu ganda, E Bina Marga’87 (SNI’89) tidak berbeda dengan E AASHTO’93 kecuali IPt 2.0 dan IPt = 2.5 untuk SN = 1, SN = 2, dan IPt = 3.0 untuk SN > SN = 3, hasilnya berbeda. Sumbu tripel, E Bina Marga’87 (SNI’89) tidak berbeda dengan E AASHTO’93.