// <![CDATA[KAJIAN SIFAT-SIFAT MEKANIS DENGAN AGREGAT DARI PECAHAN BATAKO]]> Sony Dwi Hermawan Utomo - 222000046 Dosen Pembimbing 1 Djuanda Suraatmadja Suharawanto, DR.
Beton merupakan material komposit antara batu pecah, pasir, semen, air, dan terkadang ditambah dengan bahan tambahan. Beton sering digunakan sebagai bahan pembuat konstruksi teknik sipil, karena banyak keuntungan dan kemudahan, diantaranya tidak perlu perawatan, mudah dicetak, mudah mendapatkan bahan pembentuknya, dan lain-lain. Oleh karena itu, pada penelitian difokuskan pada material beton, tetapi dengan topik khusus, yaitu beton agregat ringan. Beton agregat ringan yang dibuat berasal dari agregat ringan pecahan batako. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perilaku mekanis dan untuk menciptakan pembangunan berwawasan lingkungan dan meningkatkan nilai ekonomi bahan limbah pecahan batako. Pecahan batako tersebut akan menggantikan agregat batu pecah/kerikil di dalam beton agar beton mempunyai berat volume atau yang lebih ringan. Hasil yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan adalah beton yang menggunakan pecahan batako termasuk dalam klasifikasi beton ringgan, yaitu 1672 kg/m3 (lebih kecil dari 2200 kg/m3 atau masuk dalam katagori SNI S-16-1990-F). Namun beton ringan yang dibuat dari pecahan batako mempunyai kinerja yang lebih rendah, diantaranya kuat tekan menurun sekitar 41,25%. Hal ini dikarenakan metoda perencanaan yang digunakan hanya sesuai untuk beton dengan agregat alam (batu pecah/kerikil). Disamping itu, nilai kuat lenturnya juga lebih kecil dari persyaratan SNI, yaitu 42,14%. Namun kuat tariknya mempunyai nilai yang lebih tinggi 33,25% dari persyaratan SNI dan nilai modulus elastisitasnya juga mendekati SNI. Kata kunci : batako, beton agregat ringan, kuat lentur, kuat tekan, kuat tarik, limbah pecahan batako, material komposit, modulus elastisitas, perilaku mekanis.